Gresik (beritajatim.com)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik bersama petugas Satpol PP serta petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) setempat melakukan inspeksi mendadak atau sidak makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima (PKL).
Sidak yang dilakukan di Jalan Sunan Giri Gresik sempat membuat PKL yang menjajakan takjil kaget. Namun, setelah diberitahu serta ada himbauan, PKL akhirnya mau mengerti. Ada 13 sampel makanan maupun minuman yang langsung diteliti.
“Alhamdulillah dari 13 sampel makanan serta minuman yang kami teliti semuanya negatif. Tidak ada zat pewarna serta tidak mengandung boraks. Semuanya layak konsumsi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr Mukhibatul Khusnah, Rabu (5/4/2023).
BACA JUGA:
Sidak Takjil di Kediri, Tim Gabungan Pastikan Mamin Aman Dikonsumsi
Kendati telah dinyatakan aman, lanjut dia, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat tetap berhati-hati apabila memilih makanan dan minuman. “Harus pandai memilah dan memilih mana makanan yang baik. Minimal tidak memilih warna yang terlalu kontras serta tidak terlalu kenyal. Juga makanan tidak ada lalatnya,” ungkap Mukhibatul Khusna.
Ia menjelaskan, kalau ditemukan ada PKL yang menjajakan makanan mengandung zat pewarna atau boraks, pihaknya tetap memberi pembinaan terlebih dulu. Setelah itu ada evaluasi. Namun, apabila tetap membandel tentunya ada sanksi administrasi.
BACA JUGA:
Loka POM dan Dinas Kesehatan Sidak Takjil di Blitar, Ini Hasilnya
Sementara itu, Supriyadi (39) salah satu PKL yang menjual minuman takjil sempat kaget ada petugas gabungan mendatangi lapaknya. Namun, setelah diberitahu dirinya menyakinkan bahwa minuman yang dijualnya tidak mengandung zat pewarna.
“Saya tadi sempat kaget, karena tiba-tiba ada petugas berseragam menanyakan minuman yang dijual layak konsumsi atau tidak,” pungkasnya. [dny/suf]






