Malang (beritajatim.com) – Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Malang akan segera memiliki ekstrakurikuler (ekskul) e-sport. Ekskul yang terbilang baru itu diujicobakan pada 35 sekolah yang terdiri atas 25 SD dan 10 SMP.
Sebagai pilot project, program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang ini memilih dua sekolah setiap kecamatan untuk uji coba ekskul e-sport. Sementara untuk jenjang SD akan memilih 5 sekolah tiap kecamatan.
“Untuk jenjang SMP, setiap kecamatan nantinya ada dua sekolah (yang mempunyai ekstrakurikuler e-sport. Sementara untuk jenjang SD, 25 sekolah itu disebar pada lima kecamatan, yaitu Kedungkandang, Sukun, Blimbing, Lowokwaru, dan Klojen,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana.
Suwarjana menargetkan ekstrakurikuler e-sport terwujud saat tahun ajaran baru 2023/2024 mendatang. Namun, terkait sekolah yang akan dijadikan pilot project masih belum diketahui secara pasti.
Baca Juga:
Pemkot Malang Punya Rumah E-Sport Pertama di Indonesia
“Ini masih gambaran saja, belum tahu sekolah mana saja yang akan tempat uji coba,” kata pria asal Bantul, Yogyakarta tersebut.
Suwarjana memaparkan, dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan koordinasi dengan lembaga terkait. Salah satunya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang. Koordinasi ini bertujuan untuk mengatur strategis pengadaan ekstrakurikuler e-sport di sekolah.
“Kegemaran bermain e-sport pada anak-anak terarah dan terkontrol. Kami perlu duduk bersama dahulu dengan KONI dan teman-teman organisasi e-sport,” jelas Suwarjana.
Baca Juga:
Seniman dan Budayawan Gelar Tumpengan dan Doa Bersama di HUT 109 Kota Malang
Pihaknya mengakui jika selama sekolah di Kota Malang memang belum memiliki ekstrakurikuler e-sport. Padahal, dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang berlangsung di Jember 2022, delegasi Kota Malang meraih medali.
“Kami akan mendorong agar e-sport lebih dikenal masyarakat, sehingga masyarakat tidak lagi memandang game itu adalah sebuah musuh, tetapi sesuatu yang menjanjikan, asal ditekuni dan ada bimbingan profesional,” pungkasnya. [dan/beq]






