Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 88,61% atau 591 mahasiswa FITK Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang yang mengikuti Program Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) batch 3 tahun 2022 resmi dikukuhkan.
Agenda pengukuhan berlangsung di Grand Ballroom hotel Ijen Suites, pada Rabu (29/3/2023).
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang, Dr. Muhammad Walid, M.A., menjelaskan, hanya 11,39% atau sekitar 76 mahasiswa saja yang belum lulus dari total keseluruhan 667 mahasiswa.
“Ada dua jenis PPG Batch 3 2022 ini yaitu firstaker dan retaker. Firstaker berjumlah 627 mahasiswa, yang lulus sebanyak 570 yang belum lulus hanya 57 mahasiswa. Kemudian retaker dikurangi dari jumlah firstaker tersebut,” ujar Wakil Dekan I UIN Malang tersebut.
Ditambahkannya, dari total keseluruhan mahasiswa yang lulus firstaker terdiri atas 273 program studi Pendidikan Agama Islam, 50 dari Bahasa Arab, 37 Qur’an Hadits, 36 Fikih, 33 Akidah Akhlak, 46 Sejarah Kebudayaan Islam, 36 dari Guru Kelas RA / TK dan Guru Kelas MI / SD sebanyak 56 orang.
“Kegiatan PPG ini yang senyatanya mampu mendongkrak kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Selama ini dalam seri pemeringkatan dunia belum bisa membuat kita tersenyum. Ini mampu memberikan kontribusi yang senyata-nyata untuk kualitas pendidikan kita di Indonesia,” pungkas saat sambutan.
Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., menjelaskan bahwa PPG tahun 2022 mendapat pendanaan dari LPDP. Pihaknya pun harus bekerja ekstra karena diharapkan banyak yang lulus. “Alhamdulillah mahasiswa bisa lulus di atas 90%, itu tinggi,” ujarnya.
Baca Juga:
Kuliah Tamu Psikologi UIN Malang Datangkan Profesor dari Jerman
Terkait sejumlah mahasiswa yang belum lulus, kata Prof Ali, disebabkan karena persoalan non teknis. Ada beberapa mahasiswa yang sakit, persoalan keluarga, dan lainnya.
“Mereka yang nggak lulus itu persoalan non teknis. Misalnya ada mahasiswa yang di pertengahan kuliah sakit, kemudian ada yang berhalangan karena faktor keluarganya atau orang tuanya, termasuk juga karena mereka itu Umroh itu,” sambung Dekan FITK UIN Malang.
Mahasiswa PPG UIN Malang batch 3 tahun 2022 melangsungkan pembelajaran secara daring. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya berasal dari Aceh, Sumatera, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura Bali, NTB, Bima, Makassar dan Papua.
“Jadi kenapa kok ini pendanaan PPG dari LPDP ini berat bagi kami, tapi syukur bisa lulus diatas 90% lebih, karena pesertanya dari berbagai daerah yang latar belakangnya juga sangat heterogen, S1nya juga macam-macam,” lanjutnya.

Ke depan, ia berharap agar PPG di bawah Kementerian Agama (Kemenag) juga membuka PPG pra-jabatan. “Bagi mereka yang fresh graduate, mereka yang pintar-pintar itu diikutkan tes untuk masuk di PPG ini, sehingga anak muda kalau sudah jadi guru profesional insha allah lebih dahsyat lagi,” kata Prof Ali.
Dekan FITK menuturkan, PPG Prajabatan di lingkungan Kemenag baru akan dilaksanakan mulai tahun 2024 mendatang. UIN Malang yang dipilih menjadi pilot project, karena FITK UIN Malang Tarbiyah selama sekian tahun tingkat kelulusan mahasiswa PPG selalu di atas 90%.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/uin-malang-didatangi-kementerian-pendidikan-kerajaan-saudi-arabia/
Terkait mahasiswa yang retaker pihaknya berjanji akan memberi pelayanan khusus. Menurutnya, kelemahan retaker bukan pada kompetensi keguruan tetapi pada kemampuan teknologinya.
“Rata-rata mereka itu lemah di teknologi, dan yang kedua itu rata-rata mereka berada di daerah yang kurang sinyal. Mereka itu ada di daerah yang kalau cari sinyal harus naik ke gunung, ada yang harus numpang di Indomaret dan yang lainnya. Jadi itu ya listrik gak lulus itu ya faktor faktor non-teknis,” pungkasnya. (dan/ted)






