Mojokerto (beritajatim.com) – Jalur penyelamat di Jalan Gotean Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ditambah sekam. Cara ini dilakukan Satlantas Polres Mojokerto agar laju kendaraan yang melintas bisa diredam sehingga mengurangi kecelakaan.
Anggota Satlantas Polres Mojokerto melibatkan sejumlah relawan untuk menaburkan ratusan karung berisi sekam padi tersebut. Petugas juga memberikan bantuan jas hujan serta pengeras suara yang digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengendara baik roda dua maupun roda empat.
“Kami dari Satlantas Polres Mojokerto bersama relawan terutama di Jalur Gotean melakukan penambahan sekam. Karena mengingat di sini adalah jalur yang akan sering atau jalur alternatif yang dilewati oleh masyarakat. Baik dari Batu mau ke Mojokerto maupun sebaliknya,” ungkapnya Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Bayu Agustyan, Rabu (29/3/2023).
Kegiatan tersebut untuk merevitalisasi jalur penyelamat yaitu berupa penggantian atau penambahan sekam. Dengan penambahan sekam tersebut, lanjut Bayu, diharapkan kendaraan yang mengalami rem blong atau pengeremannya tidak berfungsi saat melewati jalur penyelamatan kecepatan berkurang.
Baca Juga:
146 Desa di Kabupaten Mojokerto Terima BK Desa
“Dengan kecepatan kendaraan berkurang diharapkan nanti tidak akan menimbulkan fatalitas laka lantas. Dari hasil sementara uji coba yang sudah dilakukan, dari sekam yang sudah di revitalisasi ini tadi betul-betul mengurangi laju kendaraan. Sehingga apabila mungkin kecepatannya lebih lagi dari itu, sekam yang sudah kita desain bisa mengurangi benturan,” harapnya.

Sehingga apabila kendaraan mengenai sekam yang sudah ditabur di jalur penyelamat diharapkan tidak menimbulkan korban kecelakaan lalu-lintas. Kasat menjelaskan, jika ada 200 karung berisi sekam yang ditambahkan di jalur penyelamat Gotean. Sementara bantuan toa diberikan untuk himbauan kepada pengendara.
“Toa ini berfungsi untuk memberikan himbauan karena selama ini di rest area Cangar, toanya masih toa ukuran kecil, manual. Suaranya mungkin kurang terdengar oleh pengendara, nah harapannya dengan adanya toa besar ini nanti pengendara akan lebih mendengar apa yang disampaikan relawan yang ada di sini,” ujarnya.
Baca Juga:
50 Stand Ramaikan Penarip Kampung Ramadhan Mojokerto
Sehingga, lanjut Kasat, para pengendara bisa mengurangi kecepatan, menghentikan kendaraan, mendinginkan sistem pengereman. Sehingga ketika melintasi Jalur Gotean bisa selamat tanpa adanya rem blong. Tidak hanya dari anggota Satlantas saja, anggota Polres Mojokerto juga akan melakukan pengamanan di jalur tersebut saat mudik Lebaran.
“Terutama di jalur wisata seperti Pacet, Trawas, Cangar yang nantinya juga akan didirikan pos pengamanan dan pelayanan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diharapkan dapat membantu kegiatan masyarakat mudik maupun balik Lebaran mendatang,” tegasnya.
Data Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto menyebutkan, sepanjang bulan Januari hingga Maret 2023 ada sekitar empat laporan terkait kecelakaan di Gotean. Kecelakaan lalu-lintas di Jalur Gotean terjadi akibat rem blong. [tin/beq]






