Surabaya (beritajatim.com) – Sekjen IAPA & Kebijakan Publik FISIPOL UGM, Dr. Bevaola Kusumasari, menyampaikan mengenai pentingnya Etika Digital terlebih di kalangan pelajar. Hal ini ia sampaikan dalam acara webinar Literasi Digital Kominfo, Selasa pagi (21/3/2023).
Dalam webinar dengan tema “Bijak Bermedsos Bentuk Etika Digital Peserta Didik (Pelajar)” tersebut Bevaola menegaskan bahwa Negara memang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk bermedia sosial. Namun, tentu dengan batasan-batasan yang sama dengan hak digital.
“Di mana seseorang tidak boleh melanggar hak dan melukai orang lain. Pula tidak boleh membahayakan kepentingan publik, negara, dan masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA: Pulau Kangean Sumenep Digerujuk DAK Perbaikan Jalan Rp7 M
Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa jenis informasi yang dilarang yang termasuk sebagai etika bermedia sosial, seperti pornografi, penyebaran ujaran kebencian, hasutan pada publik untuk melakukan pembunuhan, hingga advokasi nasional, ras, agama, yang dapat memicu kerusuhan dan perpecahan.
Adapun etika maupun etiket berinternet yang sebenarnya cukup sederhana tapi menurut Bevaola banyak diabaikan, sehingga perlu diperhatikan. “Penggunaan huruf kapital, mengutip dari internet seperlunya, menghargai hak cipta, menghargai privasi orang lain, dan tidak menggunakan kata jorok atau vulgar,” ujarnya.

Bevaola juga mengingatkan pada ribuan pelajar di Kota Blitar yang mengikuti webinar tersebut. Mereka yang memiliki impian untuk mendapat pendidikan yang tinggi, maka mulai dengan beretika yang baik di media sosial. Karena menurutnya, hal itu dapat berpengaruh di masa depan terlebih dengan adanya faktor jejak digital.
BACA JUGA: Hindari Becak, Truk Tabrak Rumah Warga di Rejoso Pasuruan
“Untuk beretika yang positif di media digital, kita perlu memperhatikan ruang lingkupnya, yakni kesadaran, integritas, tanggung jawab, serta kebajikan,” imbuhnya. Dengan begitu, diharapkan agar masyarakat dapat lebih bijak dalam bermedia sosial.
Dalam webinar yang diikuti oleh ribuan pelajar di Kota Blitar tersebut, terdapat dua narasumber lainnya yang memberikan materi dengan tema yang berbeda-beda, di antaranya seperti Samsul Hadi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar ini memberikan materi mengenai Budaya Digital. Selain itu, ada Praktisi Pendidikan, Anas Masduki, yang memberikan materi terkait Kecakapan Digital. Di mana dengan adanya literasi digital di kalangan pelajar ini dapat membuat mereka kedepannya lebih bijak dalam bermedia sosial. (fyi/ian)






