Surabaya (beritajatim.com) – Selama ini banyak orang berpandangan jika nilai akademik tinggi dapat menjadi poin tolok ukur kesuksesan. Padahal ada beberapa aspek yang berpengaruh pada kesuksesan, salah satu misalnya, faktor kecerdasan emosional atau (EQ).
Penelitian yang dikutip dari Science Health menjelaskan jika kecerdasan emosional berkontribusi dua kali lebih signifikan untuk berpengaruh pada kesuksesan dibandingkan kecerdasan intelektual (IQ). Hal ini terjadi sebab EQ berperan sangat penting dalam proses menghadapi kehidupan sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain.
Tak adanya EQ, seseorang tidak akan dapat menjalankan hidup sebagai individu yang berinteraksi akan lingkungan sekitar. Bahkan, EQ seseorang tidak akan bisa menjalankan hidup sebagai individu yang berelasi dengan masyarakat.
EQ memiliki peranan yang penting dalam kesuksesan karena dapat membuat seseorang mampu menguasai 5 soft skill. Berikut ini lima faktor penting yang berpengaruh selain nilai akademik.
1. Self Awareness
Elemen ini membuat individu bisa kenal pada emosi, kekuatan, kemampuan, kelemahan, dan batasan diri. Seseorang yang punya kesadaran pada diri sendiri bisa mudah untuk mendengar, menerima, dan menjalankan kritik dari orang lain.
2. Self Regulation
Seseorang dengan self regulation yang tinggi, akan mengetahui kapan mesti mengeluarkan emosi. Hal ini terjadi sebab dia mampu mengontrol emosi dan tindakan dengan baik sehingga jauh dari tindakan impulsif yang merugikan.
3. Motivation
Seseorang yang cerdas secara emosional merupakan orang yang bisa memotivasi dirinya sendiri. Motivasi dalam melakukan sesuatu akan datang pada sendirinya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sukses”]
4. Empati
Empati menyebabkan seseorang paham dan menumbuhkan koneksi dengan orang lain secara emosional. Hal ini penting untuk setiap orang agar peduli dan tulus dalam berhubungan dengan siapa saja.
5. Social Skill
Skill bernegosiasi tentu sangat penting dalam dunia pekerjaan. Dengan bekal social skill tinggi, seseorang dapat memiliki kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi dengan baik.
Coba kuasa dan pahami kembali EQ yang dimiliki, dan jangan hanya berfokus pada nilai akademi. Karena nilai akademik bukan faktor yang utama. (dan/ian)






