Sumenep (beritajatim.com) – Pertama kalinya Pulau Kangean Sumenep digerujuk Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan jalan sebesar Rp7 miliar. Biasanya, DAK tidak dialokasikan untuk kawasan kepulauan.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menepis tudingan telah ‘menganaktirikan’ kepulauan untuk pembangunan infrastruktur.
“Tahun ini prosentase anggaran infrastruktur justru 60-40. 60 persen untuk kepulauan, dan 40 persen daratan. Jadi lebih banyak anggaran untuk kepulauan kalau bicara pembangunan infrastruktur,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep, Agus Adi Hidayat, Selasa (21/3/2023).
Baca Juga:
IMKS Sumenep Demo Tuntut Perbaikan Jalan dan Subsidi Kapal
Pernyataan tersebut menjawab protes Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kangean Sumenep (IMKS) berunjukrasa ke kantor Bupati Sumenep, Selasa siang. Para mahasiswa menilai, selama ini kepulauan dianaktirikan dan hanya diberi janji-janji politik tentang perbaikan infrastruktur.
Para mahasiswa meminta agar ada perbaikan dan pembangunan jalan poros Arjasa – Cellong yang merupakan urat nadi perekonomian di Kangean.
“Sebenarnya kami di Pemkab sudah berusaha untuk mensiasati anggaran yang terbatas ini agar kepulauan dapat bagian yang lebih besar dibanding daratan. Tapi memang karena kondisi kerusakan jalan cukup parah, akhirnya anggaran yang 60 persen itu gak kelihatan,” ujarnya.
Baca Juga:
Sentra Gakkumdu Sumenep Ingatkan Potensi Ramadhan Dimanfaatkan Kepentingan Pemilu
Agus menambahkan, pihaknya juga berusaha agar bisa menarik anggaran dari Kementerian ke Sumenep. Ini semata untuk meminimkan disparitas kepulauan dan daratan. Upaya tersebut membawa hasil, setidaknya untuk dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 mulai digelontorkan ke kepulauan.
“Ini untuk pertama kalinya DAK menyentuh wilayah kepulauan. Bahkan untuk Pulau Kangean mendapatkan dana Rp7 miliar untuk perbaikan jalan,” terangnya.
Selain Pulau Kangean, DAK tahun 2023 juga menyentuh Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Sepudi. “Kemudian sisanya ada dua pekerjaan di daratan. Sebenarnya ini kan sudah terlihat keberpihakan anggarannya,” tukasnya. [tem/beq]






