Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sidoarjo memastikan stok sembako (sembilan bahan pokok) menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah tahun ini, aman. Seperti disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Sidoarjo, Listyaningsih, bahwa stok sembako di Sidoarjo masih aman dan bahkan surplus jelang ramadhan.
“Komoditas sembako di Sidoarjo jelang ramadhan ini, aman dan surplus. Terlebih di pasaran banyak sekali kiriman dari luar daerah,” katanya, Senin (13/3/2023).
Kendati aman, langkah antisipatif juga dilakukannya. Mulai pengecekan stok sembako di gudang Bulog daerah dan giat operasi pasar untuk memastikan stok dan harga sembako di pasaran. “Untuk masalah stok kebutuhan sudah dipastikan aman. Namun untuk beberapa komoditi sembako di pasaran saat ini juga alami kenaikan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sembako”]
Untuk menekan lonjakan harga pada ramadan, pihaknya akan menggencarkan operasi pasar (OP) di 18 kecamatan yang ada. Operasi pasar sendiri sudah dilakukan sejak bulan Februari lalu yang dilakukan setiap hari hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sejumlah komoditas sembako yang alami kenaikan diantaranya, beras, cabai rawit, bawang putih maupun merah, serta telur dan daging.
Untuk telur ayam ras yang sebelumnya Rp 25000/kilogram kini naik menjadi Rp 26.750/kilogram nya. Sedangkan untuk cabai rawit yang sebelumnya Rp 56.000 perkilo kini menjadi Rp 72.500 per kilogram nya. “Telur memang lumayan tinggi naiknya,” sebut Listyaningsih.
Asmaul salah satu pembeli di Pasar Larangan Sidoarjo mengaku kaget dengan harga telur yang mengalami kenaikan cukup tinggi. “Harga telur mencapai Rp. 27.000/ kilogramnya,” akunya kaget. (isa/kun)






