Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan waktu ini, wabah Leptospirosis atau kencing tikus tengah menghantui warga Jawa Timur, hal ini tentunya membuat masyarakat menjadi was – was. Nyatanya, penyakit yang disebabkan oleh tikus sangat beragam. Apa sajakah itu? Simak penjelasan berikut ini.
Dikabarkan bahwa penyakit ini telah menjangkit ratusan orang di Pacitan, bahkan beberapa diantaranya sampai harus meregang nyawa. Tidak hanya itu, wilayah Sampang, Gresik, Probolinggo, Lumajang dan Tulungagung juga merasakan terror yang sama.
Tak hanya Leptospirosis, ada beragam penyakit lainnya yang bisa disebarkan oleh hewan pengerat satu ini, dan bisa menular secara langsung ke manusia. Penularannya dapat melalui feses, urine, air liur, gigitan atau kuman seperti kutu, tungau dan kutu yang memakan tikus.
Agar kalian lebih berhati – hati lagi, berikut ini adalah ulasan berbagai penyakit yang disebabkan oleh tikus.
BACA JUGA: Obat Wabah Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus yang Sebabkan 9 Warga Jatim Meninggal
1. Penyakit Pes
Beberapa diantara kalian mungkin sudah pernah mendengar mengenai penyakit ini sebelumnya. Penyakit Pes disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestisida yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Bakteri tersebut dibawa oleh kutu yang lebih dulu tertular hewan pengerat, lalu kemudian kutu tersebut menggigit kalian sehingga menularkan penyakit Pes.
Penderitanya biasanya mengalami gejala pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher. Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa menyerang paru – paru dan tentu saja menjadi sangat mudah untuk menyebar ke orang – orang lainnya, yakni saat batuk atau bersin.
2. Hantavirus
Disebut dengan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit ini ditularkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi dan tikus kapas. Salah satu cara penyebabnya adalah ketika kalian menghirup partikel dari urine, kotoran atau air liur tikus yang ada di udara.
Tidak hanya itu, Hantavirus juga bisa menginfeksi melalui makanan sesuatu atau menyentuh benda yang sebelumnya terkena tikus. Gejala yang dirasakan oleh penderita biasanya sangat mirip dengan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, diare, muntah, sakit perut dan dalam 4 – 10 hari penderita bisa mengalami gangguan pernapasan.
BACA JUGA: Waspada Wabah Leptospirosis di Musim Hujan, Ratusan Orang Terjangkit dan Sebagian Meninggal
3. Rat Bite Fever (RBF)
Dari namanya, mungkin kalian sudah bisa menduga jika penyakit ini disebabkan oleh gigitan tikus. Bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis yang hinggap akan mengakibatkan infeksi sehingga muncul beberapa gejala.
Diantaranya muntah – muntah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, demam, serta kemerahan pada kulit. Selain itu, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui makanan dan minuman yang sudah dimakan atau terkena air liur tikus.
4. Lymphocytic Choriomeningitis (LCM)
Penyakit dari tikus selanjutnya ditimbulkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV) yang merupakan turunan dari virus Arenaviridae. Selain tikus, ternyata penyakit ini juga bisa ditularkan oleh hamster, apabila kalian tergigit atau terkena air liur dan air kencingnya.
Biasanya, orang yang mengidap penyakit ini tidak dapat langsung diketahui karena geja baru muncul setelah 8-13 hari terserang virus. Beberapa gejala yang akan dirasakan seperti sakit kepala, demam, mual dan muntah, kurang nafsu makan, nyeri otot, sendi, dada, hingga sakit tenggorokan.
BACA JUGA: Wabah Kematian Hitam di Masa Lalu Mewarisi Penyakit Hari Ini
Lebih parahnya lagi LCM juga bisa menimbulkan peradangan pada sumsum tulang belakang dan mengakibatkan kelemahan otot, atau kelumpuhan. Meski kasus ini jarang terjadi, namun kalian harus tetap berhati – hati.
5. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
HFRS merupakan demam yang muncul bersamaan dengan pendarahan disertai sindrom ginjal, dan bisa dibilang bahwa HFRS termasuk dalam golongan seperti demam berdarah, demam berdarah epidemic dan epidemic nephropathia. Secara penyebaran dan gejala, penyakit ini hampir serupa dengan Hantavirus.
Apabila kalian merasakan gejala-gejala di atas, terlebih dalam kondisi seperti saat ini, ada baiknya kalian segera pergi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Sementara itu, kalian harus terus melakukan upaya pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, salah satunya dengan membasmi hama tikus di sekitar. (mnd/ian)






