Sampang (beritajatim.com) – Produksi garam tahun 2023 ini diperkirakan melimpah jika musim kemarau datang lebih awal sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tak ayal, hal ini dinilai sangat menguntungkan petani garam. Pasalnya, hal itu bisa meningkatkan produksi garam secara maksimal tidak terbentur oleh musim penghujan.
Sukron Hafidi, salah satu pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang menjelaskan, sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterimanya, musim kemarau tahun 2023 ini akan berlangsung lebih awal yakni jatuh pada bulan April mendatang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”garam”]
“Kalau kemarau berlangsung lebih awal, maka para petani mempunyai waktu lebih lama dalam memproduksi garam dan kondisi ini sangat menguntungkan petani garam,” terangnya, Minggu (12/3/2023).
Pria yang akrab disapa Sukron ini menambahkan, jika memang ramalan BMKG tersebut benar, dipastikan stok gram di Madura khususnya di Kabupaten Sampang akan melimpah. “Kalau ramalan itu benar maka stok garam akan melimpah dan berbeda pada tahun 2022 kemarin, yakni harga garam melonjak karena stok garam sedikit karena cuaca ekstrim,” imbuhnya.
Terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, juga membenarkan kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lama dibandingkan tahun sebelumnya. “Adanya Fenomena El Nino cuaca akan berbanding terbalik dengan kondisi cuaca dua tahun belakangan ini yang cenderung lebih basah lantaran fenomena La Nina,” tegas Ketua Pelaksana BPBD Sampang Asroni.[sar/kun]






