Sampang (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang menemukan adanya penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus atau yang dikenal dengan istilah Leptospirosis.
“Bakteri Lestospira ini menular melalui kencing tikus atau hewan yang terinfeksi, menular melalui urine atau hewan yang terinfeksi,” terang Agus Mulyadi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sampang, Jumat (10/3/2023).
Agus menambahkan, cuaca ekstrim saat ini memungkinkan sekali mewabahya Leptospirosis. Karena genangan air hujan yang terinfeksi bakteri bisa menjadi pemicu penyebaran bakteri. Terutama mengenai kulit manusia. “Apalagi yang mempunyai luka terbuka pada kulit memudahkan bakteri masuk ke dalam tubuh manusia,” tegasnya.
BACA JUGA:
Angka Leptospirosis di Jatim Tembus 249 Kasus, Tertinggi di Pacitan dan Probolinggo
Pihaknya mengimbau, agar warga yang mempunyai luka terbuka sekiranya menghindari genangan air apalagi banjir. Sebab, tidak menutup kemungkinan air tersebut telah terinfeksi oleh bakteri kencing tikus. “Selain itu, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga dapat membantu terhindar dari ancaman wabah leptospirosis,” imbuhnya.
Berikut ini adalah gejala penyakit Leptospirosis yang dapat dirasakan oleh warga korban bakteri kencing tikus. diantaranya demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala dan nyeri otot betis. “Jika gejala tersebut dirasakan, maka segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkas Agus. [sar/suf]






