Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyertifikasi dua varian durian lokal ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yakni varietas Jambearum dan Raung Jambe. Kementan berharap langkah ini bisa diikuti pemerintah daerah lainnya.
“Durian ada di seluruh Indonesia ada. Tapi yang mendaftar (untuk sertifikasi) pemerintah daerah masih ogah-ogahan. Maka dengan memviralkan ini, berarti ini memprovokasi semua bupati untuk mendaftarkan varietas lokalnya. Ini penting. Ini plasma nutfah kita, jangan sampai diklaim (negara) tetangga kita,” kata Kepala Pusat Perlindungan Varitas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementan Leli Nuryati, Sabtu (4/3/2023).
Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk sertifikasi varietas lokal. “Pertama, paling tidak sudah berusia lima tahun. Artinya sudah dari zaman nenek moyang sudah ditanam di sini. Kemudian keunggulannya apa saja, mulai dari rasa, penampakan, ukurannya. Tergantung jenis buahnya. Kalau durian misalkan ketebalan dagingnya, rasanya yang manis kepahitan, kekenyalannya, dan lain-lain,” kata Leli.
Leli mengatakan, saat ini ada 30 varietas durian lokal Jember yang belum didaftarkan. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember saat ini tengah menyiapkan pengusulan pendaftaran varietas lain. Pengurusan sertifikat ini hanya memakan waktu 20 hari.
Kementerian Pertanian berharap seluruh varietas lokal Jember didaftarkan. “Karena dengan mendaftarkan varietas lokal, berarti Kabupaten Jember betul-betul menjaga kekayaan plasma nutfah,” kata Leli.
Setelah disertifikasi, menurut Leli, Bupati Jember harus mendaftarkan pelepasan dua varietas durian untuk dikomersialisasikan. “Kalau hanya didaftar, ia hanya bisa dikembangkan benihnya di kabupaten sini. Kalau dilepaskan, maka ia bisa dikomersialkan dan benihnya disebar di seluruh Indonesia menjadi benih unggul nasional,” katanya.
“Kami berharap bupati segera mendaftarkannya dan segera melakukan pelepasannya. Nanti kami akan kawal. Termasuk varietas tanaman lainnya, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan. Jember luar biasa potensinya,” kata Leli. [wir]






