Batu (beritajatim.com) – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskomperindag) Batu kembali mengadakan operasi pasar murah. Pasar tersebut berada di di Jalan Sawahan Bawah, Kota Batu.
Eko, Kepala Diskomperindag Kota Batu yang meneruskan arahan Mendagri dan Pj. Wali Kota mengatakan bahwa pasar ini akan rutin diadakan setiap pekan di hari Kamis.
“Operasi ini adalah agenda rutin Diskomperindag Kota Batu. Salah satunya untuk menyetabilkan harga kebutuhan pokok dan inflasi. Ada berbagai bahan pokok yang disediakan, seperti gula, beras, telur, minyak goreng, dan sayur-sayuran,” kata Eko , Kamis (2/3/2023).
BACA JUGA:
Jaga Stabilitas Harga, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gelar Pasar Murah
Eko menambahkan operasi murah ini juga akan digelar secara bergantian pada setiap Desa/Kelurahan sampai nanti Ramadhan. “Operasi Pasar Murah ini akan digelar setiap minggu di seluruh desa dan kelurahan se-Kota Batu hingga menjelang Puasa,” katanya.
Eko berharap keberadaan pasar murah tersebut dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memberi akses kemudahan untuk masyarakat. “Dengan pasar itu masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga murah,” imbuh Eko.

Diketahui, Pemerintah Kota Batu telah menyiapkan empat langkah dalam pengendalian inflasi khususnya menjelang Ramadhan. Meliputi mengadakan pasar murah di semua kecamatan dan desa.
Kemudian, penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat membutuhkan, umatnya menjelang dan ketika bulan suci Ramadhan. Pemangku kepentingan, juga diminta agar peduli mengumpulkan zakat infak dan sedekah lewat Baznas.
BACA JUGA:
Lewat Njagong Bareng, UMKM Kota Batu Disiapkan Tumbuh dan Naik Kelas
Di samping itu, Pemkot Batu berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di pasaran. Upaya yang dilakukan dengan operasi pasar dan sidak pasar, termasuk mendatangi distributor bahan kebutuhan pokok.
Salah seorang Warga Desa Beji, Siti merasa begitu terbantu dengan keberadaan operasi pasar murah. Dia mengaku harga bahan pokok yang dijual bisa lebih murah. “Alhamdulillah harganya lebih murah, hari ini saya beli telur 2 kilogram, harganya beda tiga ribu rupiah dibanding pasar,” ujar Siti. [dan/suf]






