Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai bentuk antisipasi terhadap keselamatan para siswa saat banjir melanda, Pondok Pesantren Matholiul Anwar, Dusun Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan menyediakan fasilitas kendaraan antar jemput bagi para siswanya.
Menurut Pengasuh Ponpes Matholiul Anwar, Syaifullah Abid (Gus Abid), fasilitas antar jemput itu dilakukan oleh ponpes lantaran akses jalan yang harus ditempuh oleh para siswa terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero.
Ia juga menyebut bahwa jalan yang dimaksud adalah jalan poros penghubung antar kecamatan Sukodadi-Paciran. Jalan itu saat ini kondisinya licin dan dipenuhi lubangan akibat tergenang banjir selama lebih dari sepekan terakhir.
Tak cukup itu, banjir juga menggenangi area jalan depan Ponpes Matholiul Anwar. Atas dasar itulah, pihak pengasuh menyediakan 2 unit armada untuk antar jemput siswanya yang melintasi jalan terdampak banjir. “Iya. Kami menyediakan 2 unit armada untuk para siswa yang sekolah di pondok, yaitu elf long dan bus mini,” ujar Gus Abid saat dikonfirmasi, Rabu (22/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-lamongan”]
Gus Abid mengaku, hal serupa juga pernah dilakukan oleh Ponpes Matholiul Anwar saat banjir melanda jalan poros Sukodadi-Paciran, tepatnya di ruas jalan Pucangro, pada sekitar setahun yang lalu.
Kini dengan adanya armada itu, Gus Abid mengaku lega akan keselamatan dan keamanan para siswanya. Selain itu, para orangtua juga tak lagi harus khawatir dengan kendaraan siswa yang terperosok di lubang jalan yang tertutup air banjir.
“Untuk anak-anak, kita sediakan armada penjemputan (khusus) dari wilayah selatan, tepatnya di depan masjid Desa Banjarmadu ke pondok, begitu juga saat pulang, karena jalur sepeda motor sudah sangat berat,” papar Gus Abid yang juga ketua Yayasan Ponpes Matholiul Anwar itu.
Ditegaskan Gus Abid, fasilitas antar jemput itu diberikan kepada semua siswa yang menempuh pelajaran di lembaga pendidikan pondoknya, secara khusus yang rumahnya berada di selatan pondok dan harus menerjang banjir saat pergi atau pulang sekolah.
“Antar jemput itu dilakukan hingga jalan sudah tidak kebanjiran. Dalam setiap kali antar jemput, satu kendaraan bisa 3 kali PP (pergi-pulang) dari lokasi penjemputan ke lokasi pondok. Ini untuk semua siswa yang bersekolah di pondok mulai dari MTs/SMP/MA/SMK,” terang Gus Abid.
Hal senada juga dikatakan oleh pengurus Ponpes Matholiul Anwar, Ubaidillah, upaya antar jemput siswa itu mulai dilakukan lantaran banjir yang merendam akses jalan menuju sekolah terlalu panjang. Selain itu, di jalan aspal yang terendam itu kini juga bermunculan banyak lubang.
“Mulai hari ini (antar jemput), karena kemarin-kemarin banjir belum. Kalau sekarang jalan yang terendam banjir terlalu panjang dan jalan sudah banyak yang rusak, sehingga ada beberapa siswa yang jatuh,” imbuhnya.
Tak cukup itu, tutur Ubaidillah, ada banyak siswa dan guru yang terjatuh selama banjir melanda jalan antar kecamatan tersebut. Ia mencatat, setidaknya ada 4 siswa dan 1 guru yang terjatuh di jalan yang tergenang banjir itu. “Ada beberapa siswa dan guru yang terjatuh, sekitar 4 siswa dan 1 guru (yang jatuh) dan sempat viral juga,” tandasnya.[riq/kun]






