Ngawi (beritajatim.com) – Rumah yang ditinggali Ahmad Romdon (45) bersama istrinya Anis Puji Lestari (35) jauh dari kata mewah. Rumah sederhana di Dusun Melok Wetan RT 06 RW 03 Desa Sirigan, Paron, Ngawi, Jawa Timur itu rumah sederhana.
Pantauan beritajatim.com di lokasi, rumah Ahmad Romdon ini bergaya Jawa kampung dengan tiga segmen ruangan. Bagian depan adalah ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Ruang tengah ada dapur, sementara di sisi kiri ada kamar Romdon dan kamar Anis beserta putranya F (14). Paling belakang adalah kandang ternak.
Rumah itu berlantai tanah. Dinding ruang depan berupa kayu. Ada jendela di sebelah kiri ruangan serta di kamar Anis dan putranya.
Perabot di rumah juga minim. Kalau ada, tampak sederhana. Di dapur, tak ada tempat alat makan modern. Hanya rak kayu lawas yang dibentuk sedemikian rupa untuk menyimpan alat makan.
BACA JUGA:
Pria Sirigan Ngawi Diduga Dibunuh Istrinya, Simak 7 Fakta Ini
Ada pula beberapa peralatan elektronik. Diketahui, Romdon berprofesi sebagai tukang servis alat elektronik. Sehingga, ada beberapa barang elektronik di ruang depan dan beberapa di ruang tengah.
Ada TV layar cembung yang ditaruh di lemari buffet yang juga jadi penyekat ruang depan dan ruang tengah. Di buffet itu terdapat piala, foto kelulusan putranya dari taman kanak-kanak. Ada pula piala sang buah hati dengan tulisan juara I lomba nyanyi electone yang dilaksanakan Departemen Agama tahun 2009. Ada pula beberapa kosmetik yang diduga dijual oleh Anis untuk mencukupi kebutuhan.

Di belakang buffet itu, ada rak sepatu. Didominasi sneakers wanita. Diketahui, Anis merupakan instruktur senam. Ada beberapa pasang sepatu yang ditaruh di rak tersebut. Ada pula sepatu sekolah yang juga ditaruh di rak yang sama. Ada cermin besar di ruang depan serta beberapa benda elektronik yang diperbaiki oleh Romdon di ruang depan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pembunuhan-ngawi”]
Pun, ada satu unit motor dan satu unit mobil pikap. Mobil pikap biru itu di parkir di sisi kanan rumah. Halaman rumahnya yakni seluas sekitar 16 meter persegi. Ada beberapa tanaman bunga yang ada di halamannya.
Kini bagian depan rumah telah dipasangi garis polisi. Sejumlah anggota Samapta Polres Ngawi juga berjaga di lokasi. Warga sekitar juga memadati rumah tersebut karena penasaran dengan pra rekonstruksi yang digelar pihak kepolisian. Saat ini proses pra rekonstruksi masih berlangsung dengan menghadirkan tersangka Anis Puji Lestari.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria warga Desa Sirigan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Jawa Timur diduga dibunuh. Adalah Ahmad Romdon (47) warga setempat, dia meninggal pada Sabtu (18/2/2023) pukul 05.00 WIB. Dia dicurigai meninggal dibunuh karena ada luka di bagian pelipis dan darah terus mengalir bahkan saat jenazah dimandikan.
BACA JUGA:
Makam Pria Sirigan Ngawi Dibongkar, Warga Padati Lokasi
Suyanto, Kades Sirigan membenarkan perihal dugaan pembunuhan tersebut. Awalnya, pihak keluarga mengaku jika pria yang sehari-hari bekerja sebagai juru service benda elektronik itu meninggal karena terpeleset di kamar mandi dan pelipis terbentur sesuatu. Namun, desas desus dugaan pembunuhan mencuat usai wsrga melihat ada yang tdiak beres dengan luka di kepala Romdon.
Karena itulah, pihak kepolisian langsung turun tangan. Penyidik Satreskrim Polres Ngawi dan Polsek Paron pun mendatangi lokasi dan memintai keterangan pihak keluarga dan dirinya sebagai kades. Dia pun menceritakan alasan mengapa kematian Romdan tidak dilaporkan pada polisi padahal ada luka di bagian kepala itu.
Yanto menjelaskan keseharian Romdon sebagai juru servis benda elektronik. Sementara istri Yanto yakni Anis Puji Lestari bekerja sebagai instruktur senam. Pasangan itu memiliki anak yang masuk duduk di kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kasus itu kini dalam penanganan Satreskrim Polres Ngawi. Saat ini Anis sudah diamankan di Mako Polres Ngawi. [fiq/beq]






