Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga beras di pasar tradisional belum ada tanda-tanda akan mengalami penurunan. Setelah sekitar tiga pekan lalu, kelas beras medium mengalami kenaikan. Di Pasar Banjarejo Kecamatan Bojonegoro, harga beras medium ini sekitar Rp 10.225 per kilogram.
Untuk menekan harga beras agar mengalami penurunan, Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro menjual beras kelas medium dibawah harga pasar. Bulog terus menggelontorkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melalui Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP).
“Setiap hari kita gelontorkan ke pasar, kios-kios di masyarakat, dan RPK, bahkan kami berencana berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujar Pimpinan Cabang (pincab) Bulog Bojonegoro, Sugeng Hardono, Kamis (09/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”beras”]
Selain itu, lanjut dia, hal itu dilakukan juga sebagai upaya untuk lebih mendekatkan lagi ke masyarakat. Belum adanya penurunan harga beras ini dipengaruhi banyak variabel. Diantaranya, karena banyak permintaan dan stok di pasaran masih terbatas. Sementara, cadangan beras di Bulog sendiri masih melimpah.
“Ini akan terus kami maksimalkan untuk mengerem laju percepatan kenaikan dan menurunkan harga di konsumen dengan target harga maksimal sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram,” terangnya.
Perlu diketahui Bulog Bojonegoro realisasikan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) sejak Januari – 7 Februari mencapai 1.700 ton setara beras. Dan saat ini stok beras 2.300 ton setara beras. Jumlah tersebut untuk mencukupi tiga kabupaten yaitu Bojonegoro,Tuban dan Lamongan.
“Jangan khawatir stok beras dengan sejumlah itu masih bisa bertambah lagi, kami sudah koordinasi dengan kanwil berapapun yang dibutuhkan untuk mensupport kegiatan SPHP akan ditambah. Masyarakat tenang, harga akan menjadi terjangkau,” pungkasnya. [lus/kun]






