Jombang (beritajatim.com) – Resepsi Satu Abad NU sudah selesai digelar di GOR Delta Sidoarjo pada Selasa (7/2/2023). Usai perhelatan tersebut sebuah video beredar secara viral. Video tersebut berisi tentang pertemuan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Staquf atau Gus Yahya dengan kiai sepuh asal Jombang, KH Masduqi Abdurrahman Al Hafid.
Keduanya bersalaman. Bahkan Gus Yahya mencium tangan Kiai Masduqi. Kiai sepuh asal Kecamatan Perak Kabupaten Jombang ini kemudian mencium pipi kanan dan kiri Gus Yahya. Lalu mengelus pundak Ketum PBNU dengan penuh kasih sayang. Gus Yahya mengenalkan anak-anaknya. Semunya bersalaman dengan Kiai Masduqi.
Namun pengasuh Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur’an (PPRTQ) Kecamatan Perak ini sempat pangling dengan Gus Yahya. Dia menanyakan siapa yang bersalaman dengan dirinya itu. “Sampean sinten (Anda siapa). Daleme pundi (rumahnya mana)?” ujar Kiai Masduqi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”satu-abad-nu”]
Gus Yahya yang mengenakan baju putih kemudian menjawab dengan takzim pertanyaan tersebut. “Kulo Yahya, kiai, saking Rembang. (Saya Yahya, kiai, dari Rembang,” jawab Gus Yahya dengan sopan.
Mengetahui orang yang mendatanginya adalah Ketum PBNU, senyum Kiai Masduqi langsung mengembang. Dia memeluk hangat Gus Yahya. “Ini anak-anak saya,” sambung Gus Yahya meperkenalkan anak muda yang ada di sampingnya.
Setelah bertegur sapa, Gus Yahya bersama rombongan kemudian bergeser. Sedangkan Kiai Masduqi tetap di tempatnya semula. Beragam komentar berseliweran atas vodeo itu. Namun rata-rata mereka terharu dengan moment pertemuan dua tokoh tersebut. “Adab lebih tinggi dari ilmu,” kata Ansori, usai melihat video berdurasi 39 detik tersebut di media sosial.
Putra nomor tujuh KH Masduqi Abdurrahman Al Hafid, Agus Haji Muhammad Syarifuddin Ahmad atau Gus Udin, membenarkan bahwa vodeo yang viral itu adalah pertemuan ayahnya dengan Ketum PBNU KH Yahya Staquf atau Gus Yahya. Gus Udin pula yang mengantar Kiai Masduqi ke acara Resepsi Satu Abad NU di Sidoarjo.
Mereka berangkat empat orang dari PPRTQ Kecamatan Perak pada Selasa (7/2/2023) sekitar pukul tiga dini hari. “Saya yang mengantar ayah ke Sidoarjo. Didampingi dua santri. Jadi satu mobil empat orang. Sampai Sidoarjo menjelang subuh,” kata Gus Udin ketika dikonfirmasi, Rabu (8/2/2023) malam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”gus-yahya”]
Sesampai di GOR Sidoarjo, Gus Udin bersama sang ayah kemudian menunaikan salat subuh. Selanjutnya, Kiai Masduqi melakukan zikir. Saat zikir belum selesai itulah, suami dari Nyai Maisyaroh tersebut didatangi Gus Yahya. “Selanjutnya ya seperti yang ada di video beredar itu. Itu lokasinya bukan di masjid, tapi di emperan GOR Sidoarjo,” katanya.
Apa Kiai Masduqi tidak mengenal Gus Yahya? Gus Udin mengungkapkan bahwa Kiai Masduqi sudah kenal dengan Ketum PBNU tersebut. Bahkan pada 2014, KH Yahya Staquf pernah hadir di pondok pesantren yang didirikan oleh Kiai Masduqi.
“Saya pada 2014 yang mengundang beliau ke pondok Perak. Kemarin itu Pak Kiai pangling. Apalagi lampu stadion yang memancarkan sinar terang kekuningan. Sehingga agak silau. Apalagi Pak Kiai juga sudah sepuh (lanjut usia),” lanjutnya. [suf/ted]






