Magetan (beritajatim.com) – Emak-emak di Magetan merasa nelangsa saat harus antre demi dapat beras murah. Dia pun mengungkapkan rasa herannya ketika beras yang kini mahal. Padahal, negara Indonesia adalah wilayah yang subur namun bisa-bisanya harga beras mahal hingga dirinya terpaksa ikut antre demi bisa beli beras yang lebih murah dalam operasi pasar.
“Negara ini subur, kok bisa beras mahal. Yang salah siapa ini, rakyat atau yang ada di atasan sana. Kami terpaksa antre demi bisa dapat beras yang lebih murah daripada di pasaran yang sampai Rp11.500 per kilonya,” kata Suhartini saat mengantri beras murah dalam operasi pasar di Pasar Manisrejo, Kelurahan Manisrejo Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023).
Dia pun harus menunggu selama 3 jam untuk mendapatkan beras murah. Dari kabar yang didapat dari pihak pasar, operasi pasar dilakukan pukul 07.00 WIB. Namun, hingga pukul 09.00 WIB belum datang. Saat setelah datang harus menunggu satu jam hingga dapat beras.
“Apakah masyarakat harus diperlakukan seperti ini oleh pemerintah,” lanjutnya.
Terpisah, dalam operasi pasar beras murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ponorogo di halaman sebelah utara Pasar Baru Magetan, Rabu (8/2/2023).
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
Salah seorang emak-emak terpaksa ikut antre demi beras murah karena harga beras di pasaran mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara, harga beras medium yang dijual dalam operasi pasar hanya Rp8.600 per kilogram.
“Saya ikut demi dapat beras murah,” kata Ika Sulistyana.
Pantauan beritajatim.com, operasi pasar di Pasar Baru Magetan sempat ada cekcok sesama pembeli karena ada yang menyerobot antrean. Beruntung petugas segera memberikan penegasan kalau mereka tak akan melayani orang yang tidak mau antre.
Selain itu, banyak pula warga antre dan mengajak anak-anak yang masih balita. Pun, ada pula yang antre hingga 4 kali hingga dapat 8 bungkus beras medium kemasan 5 kilogram dengan harga yang hanya Rp8.600 per kilogram itu. [fiq/but]






