Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 57 peserta mengikuti kontes durian di Wonosalam Kabupaten Jombang, Minggu (5/2/2023). Seluruh buah yang diikutkan kontes itu merupakan durian unggul di wilayah tersebut. Harapannya, dengan kontes tersebut akan muncul varietas baru yang unggul.
Kontes durian ini merupakan rangkaian acara Kenduren (Kenduri Durian) yang akan digelar pada 5 Maret 2023. “Ada 57 peserta yang mengikuti kontes durian ini. Dengan kontes ini diharapkan muncul varietas baru. Karena di Wonosalam bukan hanya ada durian bido yang sudah terkenal. Tapi juga ada varietas lainnya,” kata Ketua Panitia Kontes Durian Wonosalam Ketut Suseno Putro.
Kontes digelar di DeDurian Park. Sejak pagi, petani Wonosalam membawa buah berduri tersebut ke panitia untuk didaftar sebagai peserta. Buah-buah tersebut kemudian diberi nomor urut dan dijajar memanjang di atas panggung. Dari situlah tim juri melakukan penilaian.
[berita-terkait number=”4″ tag=”durian-wonosalam”]
Selanjutnya, tim juri melakukan penilaian, yakni menimbang bobot buah tersebut. Juga melakukan pengukuran lingkar buah durian (vertikal dan horisontal). Warna kulit durian juga tidak luput dari penilaian dewan juri. Tahap selanjutnya, durian dibuka.
Penilaian tahap ini meliputi pengukuran ketebalan kulit buah, warna daging, penilaian lajur isi buah, serta juring. Terakhir dilakukan penilaian rasa (manis, pahit, pulen dan gurih), serta tekstur daging buah. “Itu yang kita nilai. Durian Wonosalam itu khas rasa pahit. Nah, kalau hanya manis, itu bukan durian sini (Wonosalam),” ujar Mamik, panggilan akrab Ketut Suseno Putro.

Penilaian satu butir durian membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit. Para penonton kontes ini sangat antusias. Karena buah yang sudah dinilai, langsung disuguhkan kepada pengunjung secara gratis. Mereka menikmati buah durian tersebut secara cuma-cuma.
Menurut Mamik, dalam kontes ini akan diambil juara 1, 2 dan 3. “Dari penilaian dewan juri, akan diambil jura satu, dua, dan tiga. Total hadiahnya Rp 10 juta. Juaranya kita umumkan nanti sore. Kontes durian ini kita gelar rutin sejak 2012,” kata Mamik.
CEO DeDurian Park Yusron Aminulloh mengapresiasi digelarnya kontes durian Wonosalam. Yusron yakin, durian yang diikutkan dalam kontes tersebut merupakan varietas unggul. Oleh sebab itu, pihaknya berharap Dinas Pertanian Jombang mendokumentasikan secara formal durian yang pernah menjadi juara kontes.
“Kontes durian ini digelar sejak 2012. Nah, setiap kontes melahirkan juara. Untuk itu kami berharap Dinas Pertanian menindaklanjuti ini. Karena sejak kontes durian 2012 hingga sekarang belum ada dokumentasi resmi dari pemerintah daerah. Dengan begitu masyarakat lebih mengenal durian-durian unggul Wonosalam. Karena selama ini yang dikenal hanya durian bido,” ujar Yusron.

Salah satu peserta kontes, Joko Leksono, berharap dua butir durian yang dia ikutkan lomba bisa menjadi juara. Durian tersebut oleh Joko diberi nama Si Enjoy. Buah berduri itu jatuh dari pohonnya dua hari lalu. Pohon tersebut tumbuh di depan rumah Joko.
“Baru sekali ini ikut kontes. Semoga saja bisa juara. Karena hal itu bisa mendongkrak harga. Durian yang saya ikutkan lomba rasanya mantap. Dagingnya tebal, rasanya manis pahit, khas Wonosalam,” ujar Joko yang merupakan warga Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang ini. [suf/ted]






