Surabaya (beritajatim.com) – Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, meresmikan hunian tetap (huntap) untuk warga korban longsor yang dinamai Kampung Indah Permai (KIP), bertepatan tiga bulan paska-musibah. Huntap ini berlokasi di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Peresmian huntap KIP tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita melati oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto. Pelaksanaan peresmian ini bertepatan dengan libur cuti Tahun Baru Imlek 2574, dan Bulan Rajab.
“Mudah-mudahan peresmian huntap Kampung Indah Permai di tanggal 1 Rajab ini Allah akan anugerahkan kebaikan kebaikan untuk kita semua. Kebaikan hidup kita, keluarga kita, persaudaraan kita dan kebaikan hidup di Desa Sumurup serta di Kecamatan Bendungan dan tidak ketinggalan kebaikan hidup di Jawa Timur dan Indonesia,” kata Khofifah.
Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan melakukan mitigasi awal bencana. Terlebih karena Jatim masuk dalam area Ring of Fire.

“Oleh karena itu semua harus dalam posisi mitigasi dan kewaspadaan secara bersama,” tegasnya.
Khofifah menyampaikan, berdirinya huntap milik masyarakat terdampak longsor ini merupakan hasil kolaborasi berbagai institusi pemerintah daerah.
“Ada daerah terdampak dan berisiko tinggi jika ditempati beresiko karena masih adan potensi tanah bergerak/longsor maupun banjir. Itu kejadian di sangat banyak daerah. Maka ada beberapa solusi yang bisa segera kita lakukan. Kebetulan saja Pak Bupati menyampaikan dan Pemprov di sini memiliki lahan maka bisa langsung digunakan untuk relokasi,” ungkapnya.
Total pembangunan 29 rumah huntap mencapai Rp1,45 miliar. Biaya pembangunan masing-masing huntap yakni Rp50 juta.
Saat ini, sebanyak 25 unit rumah telah berdiri di lahan relokasi. Sementara empat rumah dibangun di lahan milik sendiri. Sementara sumber dana berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Pemprov Jatim 2022.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Khofifah”]
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan terima kasih atas perhatian serta gerak cepat Gubernur Khofifah dalam memberikan solusi paska-terjadinya bencana tanah gerak dan longsor di Trenggalek.
“Alhamdulillah, Insya Allah hunian tetap sebanyak 25 unit dan 4 rumah di lahan milik pribadi warga terdampak sudah layak huni. Listrik, PDAM dan saluran limbah domestik sudah terpasang,” ucapnya.
Sementara itu, dalam laporannya, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto menyampaikan, tanah longsor yang terjadi pada 18 Oktober 2022, telah mengakibatkan 4 rumah rata dengan tanah dan 33 rumah terpapar retakan tanah.
Atas kejadian dan guna penanganannya, Pemkab Trenggalek dan Pemprov Jatim lalu merekomendasikan relokasi hunian ke tempat yang lebih aman.
Dengan gerak cepat, Gubernur Jatim lalu menghibahkan tanah perkebunan milik Pemprov untuk hunian masyarakat terdampak. Pemprov juga membangunkan rumah warga lewat dana tak terduga senilai Rp1,45 miliar.
29 huntap yang dibangun meliputi 25 hunian dibangun di tanah hibah milik Pemprov dan 4 lainnya di tanah pribadi warga. Sedang biaya huntap dialokasikan sebesar Rp50 juta per unit.

Selain huntap, Khofifah juga berkesempatan meresmikan dua jembatan rusak akibat terjangan banjir bandang, beberapa waktu lalu. Yakni, Jembatan Mukus di Desa Sawahan Kecamatan Watulimo dan Jembatan Bendoroto di Desa Sawahan Kecamatan Munjungan.
Peresmian dua jembatan itu dilangsungkan di Jembatan Mukus Desa Sawahan, Watulimo.
Di kesempatan itu, Tim BPBD Jatim juga mendukung bantuan paket sembako sebanyak 310 paket. Dengan rincian, 100 paket untuk warga Desa Sumurup, 110 paket untuk Desa Sawahan dan 100 paket untuk warga Desa Bendoroto Bangun.
Dalam kesempatan ini, Khofifah mengapresiasi Bupati Trenggalek yang turut bergerak cepat dalam merespon sejumlah bencana di daerahnya. [tok/beq]






