Blitar (beritajatim.com) – Tahun 2023 ini, Hongkong dan Taiwan diprediksi masih akan menjadi negara tujuan favorit dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kota Blitar. Prediksi itu diungkapkan oleh Kabid Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Dwi Andri Susiono.
Prediksi Andri tersebut didasarkan pada data yang dimiliki oleh Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar pada tahun 2022 lalu. Dari total 184 warga Kota Blitar yang berangkat ke luar negeri sebagai TKI, 80 orang diantaranya memilih negara Hongkong sebagai tujuan tempat bekerjanya.
Sementara 73 lainnya memilih negara Taiwan sebagai tujuannya bekerja dan meraup pundi-pundi rupiah.
“Masih Hongkong dan Taiwan yang menjadi negara tujuan utama para PMI asal Kota Blitar, tahun lalu 80 orang ke Hongkong dan 73 lainnya ke negara Taiwan,” kata Kabid Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Dwi Andri Susiono, Rabu (11/01/2023).
Selain Hongkong dan Taiwan, para pekerja migran Indonesia asal Kota Blitar juga memilih Malaysia sebagai negara tujuan favorit ke tiga. Total selama tahun 2022 lalu ada 17 orang yang berangkat ke negeri Jiran tersebut.
Polandia juga menjadi negara jujukan ke 4 bagi para TKI asal kota Blitar, tercatat sejak Januari hingga Desember 2022 lalu ada 5 orang yang bekerja di negara benua Eropa tersebut. Selain itu para TKI asal Kota Blitar juga memandang Singapura sebagai salah satu negara tujuan untuk bekerja, total selama 1 tahun lalu ada 4 orang yang bekerja di negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia tersebut.
Hongkong dan Taiwan menjadi negara tujuan favorit TKI asal Kota Blitar karena jumlah bayarannya yang lumayan besar. Selain itu proses pengurusan administrasi keberangkatan ke negara Hongkong dan Taiwan juga terbilang lebih cepat bila dibandingkan dengan negara lain seperti di Eropa.
“Ya mungkin faktor gaji serta kecepatan keberangkatan ke negara tujuan juga jadi pertimbangan para TKI memilih negara tujuan,” imbuhnya.
Sementara itu dari 184 TKI asal Kota Blitar yang berangkat ke luar negeri pada tahun 2022 lalu, 60 persennya atau 118 orang bekerja disektor non formal seperti asisten rumah tangga atau perkebunan. 60 orang lainnya bekerja di sektor formal seperti pabrik atau rumah sakit.
Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, pun memprediksi jumlah TKI asal Kota Blitar akan meningkat drastis di tahun 2023 ini. Diperkirakan akan ada lebih dari 200 orang TKI yang berangkat ke luar negeri pada tahun ini.
Perkiraan itu muncul berdasarkan jumlah TKI sebelum pandemi covid 19 melanda. Dari data Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar rata-rata jumlah TKI sebelum pandemi covid 19 mencapai 220 orang. Dan kini pandemi covid 19 telah berlalu dan sejumlah negara telah membuka kembali kran TKI, sehingga diperkirakan jumlah pekerja migran Indonesia akan melonjak jumlahnya.
“Awal Januari 2023 ini, sudah ada lima orang yang daftar menjadi calon PMI. Tujuannya Hongkong dan Taiwan,” ujarnya.
Pemkot Blitar sendiri mulai tahun 2022 lalu telah memberikan fasilitas pelatihan bagi calon TKI. Pemerintah Kota Blitar menanggung penuh biaya pelatihan dan penampungan hingga calon TKI memperoleh sertifikasi kompetensi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tki-blitar”]
Peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia asal Kota Blitar itu juga selaras dengan peningkatan permohonan pembuatan paspor di kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar. Dari data Imigrasi Blitar selama tahun 2022 ini tercatat ada sebanyak 3.295 permohonan paspor untuk keperluan TKI.
Jumlah tersebut naik drastis tahun 2021 lalu yang hanya ada 764 permohonan saja. Kasi Dokumen dan Izin Tinggal Imigrasi kelas II Non TPI Blitar, Abdillah Syarifuddin mengatakan berakhir pandemi 19 ikut mendorong terjadinya peningkatan permohonan paspor bekerja di luar negeri.
“Untuk permohonan paspor meningkat cukup drastis selain umrah dan haji jumlah TKI yang mengajukan paspor juga meningkat,” katanya.
Sebagian masyarakat Blitar sendiri memilih bekerja di luar negeri sebagai langkah cepat mengubah perekonomiannya. Ada yang berhasil namun tidak sedikit pula yang pulang dengan tangan hampa. (owi/ted)






