Magetan (beritajatim.com) – Desa Purwodadi Kecamatan Barat Kabupaten Magetan memiliki sejarah yang kental. Hal tersebut jadi alasan bagi Sound Of Lawu (SOUL) untuk mengemas event sedemikian rupa.
Acara tersebut yakni PuroBhumi (Purwodadi Benteng Harum Ing Bumi Mageti) dan berlangsung meriah selama 10 hari yakni 22 Desember 2022 hingga 31 Desember 2022) di kawasan Benteng Purwodadi yang merupakan peninggalan sejarah yang dibangun tahun 1800-an.
Bahkan, Trah Pura Mangkunegaran juga menjadi tamu kehormatan dalam salah satu rangkaian acara. Di sesi acara Nunggak Semi, RMH Haryo Dananjoyo Adityo Bhawono yang merupakan perwakilan dari Kerabat / Trah Pura Mangkunegaran mengatakan bahwa gelaran acara ini sekaligus sebagai timbulnya harapan baru berseminya tonggak sejarah di Kadipaten Purwodadi.
“Kehadiran kerabat Pura Mangkunegaran di situs budaya Desa Purwodadi ini tentu boleh dipahami oleh masyarakat Purwodadi sebagai timbulnya harapan baru akan berseminya lagi tonggak sejarah yang telah sekian lama kering sehingga menumbuhkan sebatang pohon silsilah yang nantinya akan mampu menaungi semangat patembayatan dalam menumbuhkembangkan seni kehidupan sosial yang membudaya,” kata Raden Mas Haryo, sapaan akrab RMH Haryo Dananjoyo Adityo Bhawono di Benteng Kadipaten Purwodadi, Minggu (18/12/2022).
Ada beberapa sesi acara yang melibatkan pihak Kerabat atau Trah Pura Mangkunegaran sebagai tamu kehormatan, antara lain adalah Nyumet Obor yang merupakan prosesi penyalaan 8 obor. Ini dimaksudkan sebagai simbolisasi yang berisi anjuran kepada pribadi – pribadi yang menyaksikan peristiwa.
Nunggak Semi dilanjutkan agar aja kepaten obor. Ini juga sebagai jalan patembayatan demi menemukan kembali dan menunaikan kembali keluhuran nilai peradaban Jawa yang berbekal Hastha Brata (kemampuan meneladani delapan anasir semesta).
Sega Golong Lulut yang disajikan dalam penyambutan kerabat Pura Mangkunegaran. Dengan sesaji Sega Golong Lulut yang berjumlah 10 ini adalah lambang bahwa tulang – tulang yang telah lama terpisah dan berserakan, kini pada masa KGPAA Mangkoenagoro X telah ‘gumolong’ (menyatu), tak hanya fisiknya, namun juga spiritnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tradisi”]
Serta, jangan padhamara yakni acara makan bersama menikmati sayur kangkung bernama Jangan Padhamara. Sebuah simbolisasi akan doa atau harapan. Setelah kita kembali menjadi ‘Jawa’ dengan segenap prestasi dan kepatuhan terhadap pranata sosialnya, jadilah kita pribadi – pribadi yang ‘migunani’ (berguna), tak ada orang yang benci, tak ada orang yang dengki, semua ikhlas hati mendatangi demi berbagi intisari.
Pada kesempatan yang sama, Ikrar Ariandara Head creator Sound of Lawu mengatakan bahwa event ini adalah wujud kepedulian mereka kepada sejarah Kadipaten Purwodadi. Dia meilai, Desa Purwoddadi sangat berpotensi untuk dijadikan desa wisata dengan begitu besarnya sejarah yang terkandung di dalamnya.
“Kami sangat tertarik untuk explore budaya dan sejarah yang ada disini yang akhirnya menuntun kami untuk merealisasikan event ini agar Desa Purwodadi kab magetan menjadi lebih terkenal akan sejarah besarnya”, kata Ryan, sapan akrab Ikrar Ariandara.
Ryan menjelaskan bahwa Desa Purwodadi memiliki banyak hal yang dapat di-explore, mulai dari sejarahnya, bahkan sampai kehidupan masyarakatnya. Hal ini yang menjadikan Desa Purwodadi memiliki banyak sekali potensi wisata.
“Di Purwodadi ternyata banyak hal yang dapat di-explore, terutama dalam hal sejarah dan seninya. Seperti pengrajin gamelan dan masyarakat yang hidup berdampingan dengan situs sejarah. Terlebih lagi, disini masih ada benteng yang sangat bersejarah dan masih adanya trah keluarga Pangeran Diponegoro,” katanya.
Didukung Penuh oleh Kepala Desa dan Masyarakat Purwodadi
Gelaran acara PuroBhumi yang dilaksanakan di kawasan benteng Kadipaten Purwodadi, terlaksana dengan sangat baik dan ditutup dengan sesi acara Parade Puro Bhumi yang mengambil rute mengelilingi Desa Purwodadi.
Sesi acara Parade Pura Bhumi yang dilaksanakan pada hari terakhir event Pura Bhumi pada Sabtu siang, 31 Desember 2022 ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat maupun pemerintahan Desa Purwodadi.
Pasalnya, masyarakat Desa Purwodadi dan sekitarnya tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan indahnya kostum para peserta parade. Selain itu ada 2 tim Reog Ponorogo yang ikut serta dalam parade ini, meningkatkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti parade ini sampai selesai.
Malamnya, dilanjutkan dengan konser musik dangdut oleh artis ibukota, D’Badala dan lokal talent Rindi safira .acara ditutup dengan pesta kembang api yang sekaligus sebagai pesta menyambut Tahun Baru 2023.
Acara demi acara yang telah dilaksanakan dengan baik selama 10 hari ini, diprakarsai oleh SOUL creative service
Yang menggandeng beberapa pihak swasta sebagai partner suporting sponsor, dan pemerintah Desa dan Purwodadi kab magetan
Kepala Desa Purwodadi R. Ngt Suci Minarni mengatakan bahwa peninggalan sejarah yang ada di Desa Purwodadi diharapkan bisa dijadikan cagar budaya nasional demi terwujudnya Desa Purwodadi sebagai destinasi wisata.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wisata-magetan”]
“Kami mewakili pemerintah desa Purwodadi berharap agar peninggalan sejarah yang ada di Desa Purwodadi (Benteng Kadipaten Purwodadi) dapat ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan agar ke depannya, desa Purwodadi bisa menjadi desa wisata yang berbasis sejarah dan budaya,” ujar Suci Minarni, Sabtu (31/12/2022)
Terpisah, pemerhati sejarah dan budaya setempat, R. Septian Bagus Winata mengatakan bahwa acara ini diharapkan dapat dilakukan secara kontinu untuk menumbuhkan rasa memiliki dan rasa kepedulian masyarakat terhadap peninggalan bersejarah di Desa Purwodadi.
“Besar harapan kami agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara kontinu atau terus – menerus untuk menumbuhkan rasa ‘handarbeni’ atau kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap peninggalan sejarah yang ada di Desa Purwodadi ini.” pungkas Septian.
Sementara itu, Head Creator Sound Od Lawu, Ikrar Ariandara sebagai pemrakarsa event Pura Bhumi mengatakan besarnya keinginan dari semua pihak agar Desa Purwodadi dapat memberikan manfaat dengan tingginya nilai sejarah yang dimiliki. Sound Of Lawu (SOUL) merupakan salah satu creative service asli Magetan.
“Harapan terbesar kami adalah menjadikan Purwodadi bisa menjadi bermanfaat dengan dasar sejarah yang begitu tinggi dan dapat di ekspose keluar agar masyarakat luas lebih tahu tentang hal ini, dan betapa peninggalan sejarah di Desa Purwodadi sangat membutuhkan perhatian dari banyak pihak,” kata Ikrar Ariandra. [fiq/suf]






