Blitar (beritajatim.com) – Polres Blitar Kota masih bekerja keras untuk mengungkap kasus perampokan Rumah Dinas (Rumdis) Wali Kota Blitar Santoso. Jumlah Saksi yang diperiksa Polres Blitar Kota pun terus bertambah jumlahnya. Kini total ada 40 saksi yang telah diperiksa. Dari puluhan saksi tersebut anak Wali Kota Blitar Santoso pun ikut diperiksa oleh polisi.
“Total ada 40 orang yang telah kami periksa. Mereka menjadi saksi kasus perampokan Rumah Dinas (Rumdis) Wali Kota Blitar, termasuk anak beliau,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono, Minggu (18/12/2022).
Jumlah saksi yang diperiksa oleh Polres Blitar Kota itu terus bertambah setiap harinya. Sehari sebelumnya polisi masih memeriksa 30 saksi. Namun per hari ini sudah tembus 40 orang saksi. Puluhan saksi tersebut mayoritas merupakan orang dekat Wali Kota Blitar.
Menurut Kapolres Blitar Kota, semua orang yang berkaitan langsung dengan peristiwa perampokan tersebut akan diambil keterangannya. Hal itu demi segera mengungkap kasus tersebut. “Semua yang ada keterkaitan kami lakukan pemeriksaan, termasuk putra putri korban (Wali Kota Blitar, Santoso),” imbuhnya.
Selain putra putri Wali Kota Blitar Santoso, sejumlah orang dekat lainnya juga ikut diperiksa oleh polisi. Di antaranya sopir, ajudan, Sekpri (Sekretaris Pribadi), asisten rumah tangga dan penjaga rumah dinas. Argo menjelaskan bahwa penambahan pemeriksaan saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut menjadi bahan tambahan penyelidikan.
Sehingga dari hasil keterangan saksi tersebut akan menjadi bahan tambahan bagi penyidik untuk membuat penanganan kasus perampokan lebih terang. “Kami diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan saksi, tim Forensik yang di Polda Jatim juga sedang bekerja, intinya semua sedang bekerja sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangannya,” paparnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wali-kota-blitar”]
Polres Blitar Kota sendiri masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam di kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar itu. Menurut Kapolres, kemungkinan tersebut masih bisa terjadi kerena hingga kini semua tersangka belum ada yang tertangkap.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga terus melakukan pelacakan terhadap kendaraan para pelaku yang sebelumnya terekam CCTV. Menurut Argo, tim Jatanras Polda Jatim dibantu dengan tim Bareskrim Polri sedang mencari titik terakhir kendaraan para pelaku berada.
Pemeriksaan rekaman CCTV dan kamera tilang elektronik juga terus dilakukan. “Saat ini tim sedang melacak titik terakhir dimana mobil pelaku berada, tim dari Polda terus melakukan pelacakan dibantu dengan Bareskrim Polri,” jelas Argo.
Sebelumnya polisi juga telah mengantongi identitas para pelaku perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso. Indentitas para perampok bisa didapatkan oleh polisi setelah dilakukan uji Labfor sampel sidik jari. [owi/suf]






