Blitar (beritajatim.com) – Mulai pekan ini, kasus perampokan dan penyekapan Wali Kota Blitar Santoso naik ke tahap penyidikan. Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono
“Menyampaikan update kasus 365 di kediaman rumdin Wali Kota Blitar sudah dalam tahap penyelidikan,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono, Senin (19/12/2022).
Polisi menyebut naiknya kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar ke tahap Penyidikan ini dilakukan setelah seluruh bukti terpenuhi. Saat ini Polisi tengah mendalami para pelaku perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
Menurut Argo Wiyono, kini tim gabungan tengah melakukan penyidikan terhadap 5 orang pelaku perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Meski begitu Kapolres Blitar Kota enggan menyebutkan apakah para pelaku perampokan telah tertangkap.
Argo menambahkan saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
“Naik ke tahap Penyidikan ini karena seluruh bukti terpenuhi cukup, itu artinya benar terjadi tindak pidana 565, kalau soal pelaku tim masih mencari,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”perampokan-rumdis-wali-kota-blitar”]
Lebih lanjut Kapolres Blitar Kota menjelaskan bahwa saat tim gabungan Polda Jatim dan Bareskrim Polri tengah mendalami sejumlah dugaan terhadap pelaku. Penyidikan mendalam juga dilakukan terhadap hasil olah TKP dan Labfor sidik jari para pelaku.
“Tim saat ini tengah bekerja, penyidikan mendalam terhadap ciri-ciri dan dugaan pelaku masih terus kami dalami untuk mengungkap kasus ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Argo menjelaskan kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso kini telah diambil alih oleh tim Polda Jatim dan Bareskrim Polri. Pengambilan alihan kasus ini dilakukan sejak hari Minggu (19/12/2022) lalu.
Tujuan dari pengambil alihan kasus ini tidak lain adalah untuk mempermudah penanganan dan penyidikan kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso. Diharapkan dengan adanya pengambil alihan ini kasus tersebut bisa segera terungkap.
“Mulai Minggu kemarin kasus kini diambil alih oleh Polda Jawa Timur untuk mempermudah penyidikan kasus 365 rumah Dinas Wali Kota Blitar,” papar Argo.
Sejauh ini pemeriksaan saksi-saksi juga masih terus dilakukan oleh polisi. Total sudah ada 40 orang saksi yang telah diperiksa oleh polisi.
Puluhan saksi tersebut terdiri dari Wali Kota Blitar Santoso dan istri, Anak Santoso, serta sejumlah orang yang mengetahui peristiwa perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Selain pemeriksaan saksi, polisi juga telah mengantongi seluruh CCTV yang bisa menjadi bukti dan pengungkapan kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
Pendalaman dugaan keterlibatan orang dalam juga masih terus dilakukan oleh tim gabungan Polda Jatim dan Bareskrim Polri. Sejumlah dugaan tersebut kini masih dibahas oleh tim gabungan di tahap penyidikan kasus perampokan.
“Semua tim masih terus berkerja insyaallah kasus ini dapat segera terungkap kalau ada perkembangan pasti kami sampaikan,” pungkasnya. [owi/beq]






