Surabaya (beritajatim.com) – Beredar kabar bahwa ada setidaknya 2.500 orang yang rela melepaskan pakaian dan berpose telanjang di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Setelah ditelusuri, telanjang massal ini merupakan kampanye mengenai kesadaran kanker kulit.
Aksi telanjang massal tersebut didokumentasi oleh fotografer asal Amerika Serikat, Spencer Tunick. Ada beberapa alasan yang membuat mereka melakukan aksi tersebut, berikut ini alasannya :
Maraknya kanker kulit yang terjadi Australia
Sang fotografer Tunick melakukan kerja sama dengan suatu badan amal mengenai instalasi seni telanjang sebagai bentuk peningkatan meningkatkan kesadaran tentang kanker kulit.
Faktanya, Kanker kulit termasuk penyakit yang paling umum dan dialami banyak orang di Australia.
Tercatat ada 17 ribu kasus kanker kulit di Australia
Berdasarkan informasi dari pemerintah federal, pada 2022 sudah ada 17 ribu kasus baru kanker kulit di Australia. Lebih dari 1.200 warga meninggal akibat kanker kulit.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Maka dari itu, Tunick mengambil kesempatan melakukan aksi ini untuk meningkatkan kesadaran mengenai pemeriksaan kulit. Disamping itu, dia sangat senang karena dapat membuat karya seni untuk kesehatan.
Partisipasi peserta dengan sukarela melepas pakaiannya
Para peserta yang mengikuti aksi ini mengaku tak ada paksaan mengenai permintaan untuk mengikuti kampanye ini. Bahkan, mereka dengan sukarela melepaskan pakaiannya untuk difoto.
Tunick memang cukup terkenal dengan fotografi telanjangnya pada sejumlah tempat terkenal di dunia. Saat itu, Tunick meminta peserta berpose di pantai sebelum berenang di laut.
Sebelumnya, Tunick pernah melakukan pemotretan massal terhadap 5.200 warga Australia di Sydney Opera House pada 2010.
Cerita dari salah satu peserta, Robyn Lindner sempat merasa gugup saat akan melakukan pemotretan. Roby menyampaikan jika dia diam-diam ketakutan dan mulai berpikir mengenai keputusannya itu. Hingga pada akhirnya, dia mampu mengatasi rasa takutnya dengan kesenangan dan kebanggaan berada dalam bagian aksi itu.
Saat Tunick mendapatkan pertanyaan mengenai proyek selanjutnya, dia menjelaskan ingin melakukan potret grup telanjang di Asia. Sayangnya, setiap kali sebuah museum di Asia mendekati pemerintah daerah mengenai projeknya, dia ditolak. Beberapa negara yang sudah menolaknya adalah Korea Selatan, Taiwan dan Shanghai, China. (prd/nap)






