Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia diprediksi bakal menghadapi bonus demografi pada tahun 2045 mendatang. Karena itu, diperlukan adanya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi tinggi, unggul dan adaptif.
Melihat itu, Indonesia Youth Economic Society (INAYES) berkomitmen membangun sekaligus bisa menjadi sarana dalam membangun jiwa para generasi muda Indonesia untuk menyambut bonus demografi tersebut.
“INAYES bisa menjadi wadah mengembangkan para talenta muda untuk berkreasi, berinovasi. Terlebih juga sebagai wadah untuk bertukar ide dan gagasan,” ujar Ketua Umum DPP INAYES Aldi Prastianto saat Talk Show Vocational Leadership di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (24/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”unair”]
Aldi menambahkan, bahwa dibentuknya INAYES ini juga sebagai langkah untuk menyiapkan serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi bonus demografi. “Dibentuk khusus untuk meningkatkan kapasitas, potensi dan juga kompetensi dalam diri anak muda Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada 2045 dan pasar bebas 2030,” tambahnya.
Sementara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan, bahwa dalam menyambut bonus demografi, generasi muda terutama mahasiswa Vokasi Unair harus bisa berkolaborasi dengan generasi pendahulunya. “Mereka harus banyak belajar dan ke depan harus berkolaborasi dengan generasi terdahulu, agar wawasan bisa luas lagi,” katanya.
Cak Ji, sapaannya itu juga menyampaikan bahwa untuk membentuk karakter sebagai seorang leader, maka diperlukan kemampuan untuk melakukan evaluasi diri dan memberikan contoh baik kepada lainnya.
“Kalau kita sudah bisa memberikan contoh yang baik maka otomatis orang yang akan bisa menilai. Leadership kita itu sampai dimana sih, kemampuan kita bisa melakukan dan memutus atau memberikan solusi itu kaya apa sih ? Orang yang bisa menilai,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Cak Ji menilai bahwa kepopuleran menjadi sesuatu hal yang penting bagi sosok leader. “Makanya saya tadi bilang populer itu penting, dan itu tujuannya, harus populer. Pencitraan sangat penting juga karena kalau kita bisa mencitrakan diri kita secara baik, maka akan ditiru orang,” tandasnya. [ipl/suf]







