Surabaya (beritajatim.com) – Sejak beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia tengah ramai membicarakan perihal Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, salah satu agenda penting yang dilaksanakan pada 15 – 16 November 2022 di Bali.
Pada Minggu (13/11), Presiden Amerika Serikat Joe Biden terlihat sudah sampai di Bali. Lalu pada Senin (14/11), berganti Presiden Korea Selatan yang tiba.
Lantas, apakah kalian sudah memahami apa itu G20 dan KTT G20? Serta apa pengaruhnya bagi Indonesia? Lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini!
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Group of 20 (G20)
G20 merupakan sebuah forum kerja sama multilateral yang beranggotakan 19 negara dan 1 Uni Eropa. Memiliki anggota dengan perekonomian yang besar, menjadikan G20 sebagai salah satu forum internasional paling berpengaruh di dunia. Diantaranya ada Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.
Dikutip dari situs Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, G20 mewakili lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Forum ini dibentuk pada 1999, yang terinspirasi dari rasa kecewa komunitas internasional terhadap kegagalan G7 dalam mencari solusi untuk masalah ekonomi global kala itu.
Pada awalnya, pertemuan G20 dihadiri oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, namun KTT G20 juga dihadiri oleh Kepala Negara sejak 2008 dan pada 2010 dibentuk pembahasan mengenai sektor pembangunan.
Hingga saat ini, peran G20 dalam perekonomian global antara lain:
- Menangani krisis keuangan global tahun 2008, dengan mengembalikan ke jalur pertumbuhan dan mendorong reformasi di bidang finansial.
- Kebijakan pajak, di mana G20 mengacu pada OECD untuk mendorong pertukaran informasi terkait pajak dan mengakhiri penghindaran pajak.
- Kontribusi dalam menangani pancemi Covid-19, yang mencakup penundaan tempo pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, injeksi penanganan Covid-19, penurunan/penghapusan beda dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, desinfektan, alat medis dan obat – obatan
- Berbagai isu lainnya termasuk mengenai perdagangan, iklim dan pembangunan.
Mengapa Indonesia masuk dalam forum ini? Tentu saja untuk mengambil banyak manfaat dari segi ekonomi. Seperti lebih dahulu mengetahui perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang akan dihadapi, serta kebijakan ekonomi yang telah ditetapkan di negara maju.
Dengan begitu, benteng pertahanan Indonesia akan semakin kuat, beriringan dengan nama dan prestasi Indonesia yang semakin diakui oleh berbagai organisasi internasional.
Sementara itu, di tahun 2022 ini, Presidensi G20 Indonesia mengambil tema “Recover Together, Recover Stronger” atau yang berarti “Pulih Bersama, Pulih dengan Lebih Kuat.” Tema ini didasari situasi pandemic Covid-19 yang berdampak besar bagi dunia. Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bergotong royong dan saling mendukung agar bisa pulih bersama dan bertumbuh dengan lebih kuat.
Selain itu, Indonesia juga membawa tiga isu prioritas untuk menjadi topik utama. Yakni terkait arsitektur kesehatan global, transformasi digital ekonomi dan transisi energi berkelanjutan.
Di sisi lain, acara ini akan dihadiri oleh delegasi dari masing – masing anggota G20. Beberapa pemimpin dunia yang sudah mengkonfirmasi akan hadir adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri İndia Narendra Modi, dan masih banyak lagi.
Sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dipastikan tak bisa hadir mengingat konflik yang terjadi di antara keduanya. (mnd/nap)






