Surabaya (beritajatim.com) – Isu gender belakangan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Apalagi, semenjak munculnya Covid-19 yang membawa dampak luar biasa bagi kehidupan manusia.
Pandemi Covid-19 dinilai semakin memperburuk diskriminasi terhadap wanita dan anak perempuan. Tentunya, persoalan gender ini juga menciptakan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk bagi United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan yayasan Hak Manusia di dunia.
Hal tersebut dibahas dalam Seminar Internasional Enrichment of Career by Knowledge of Language and Literature (ECKLL) X yang digelar oleh Fakultas Sastra (FS) Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya bersama Balai Bahasa Provinsi Jatim,
“Seperti yang disampaikan oleh António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, menyatakan bahwa pandemi Covid-19 semakin memperburuk diskriminasi terhadap wanita dan anak perempuan, dan menjadi krisis sosial bagi mereka,” kata Rindrah Kartiningsih, Ketua Panitia Seminar Internasional ECKLL X, Sabtu (12/11/2022).
Rindrah mengungkapkan, krisis ini berimbas pada masalah ketidaksetaraan pada gender, dimana hal itu tidak hanya pada perempuan tetapi juga laki-laki. Kemudian penghentian pernikahan anak, kebersihan menstruasi, perlindungan sosial, akses pendidikan, pelecehan verbal, dan pengembangan ketrampilan untuk perempuan, dan penyandang disabilitas.
“UNICEF Gender Action Plan (GAP), 2022-2025, menerapkan kebijakan gender, 2021-2130 yang berfokus pada kesetaraan gender di semua programnya di semua wilayah,” ungkapnya.
Serangkaian kegiatan ECKLL X ini pun mendapat apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Jatim. Mengingat, kegiatan ini menunjukkan perhatian yang dalam terhadap isu-isu gender.
“Salut untuk FS Unitomo, yang menggelar Seminar Internasional ECKLL X yang berusaha dengan turut menyumbangkan ide-ide bermanfaat dari sudut pandang sastra, bahasa, pendidikan, dan budaya terhadap ketidaksetaraan gender,” tutur Umi Kulsum, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jatim.
Sedangkan Wakil Rektor IV Unitomo Prof Nur Sayidah mengatakan kegiatan ECKLL X selangkah maju dalam melakukan pengembangan dalam bentuk kerja sama dengan tiga jurnal terakreditasi Sinta 3 dan 4.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unitomo”]
“Jurnal yang dimaksud yaitu Pioneer: Journal of Language and Literature-UNARS, Jurnal Sakura: Bahasa, Sastra, Kebudayaan dan Pranata Jepang-UNUD, dan Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra-UPI. Sehingga artikel dari para presenter yang berkualitas akan memperoleh kesempatan untuk publikasi. Selain itu proceeding telah beralih dari ISBN menjadi ISSN,” paparnya.
Sebagai informasi, kegiatan implementasi Memorandum of Agreement (MoA) merdeka belajar ini digelar melalui media daring zoom dan You tube dengan mengangkat tema “Gender Issues On Language, Literature, and Culture” atau Isu Gender Dalam Bidang Bahasa, Sastra, dan Budaya. [ipl/but]








