Magetan (beritajatim.com) – Jumlah tim pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue Unit/SRU) untuk mencari Ali Rahmatullah (48), pendaki ritual asal Kediri yang hilang di Gunung Lawu ditambah. Lima SRU berangkat menyusul dua SRU yang lebih dulu naik ke Gunung Lawu pada Kamis (27/10/2022).
Total tujuh tim SRU melakukan penyisiran ke 14 lokasi ritual di sekitar jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho dan Cemoro Sewu.
Lima SRU menyusul melalui jalur yang berbeda-beda. Dari jalur Cemoro Sewu diberangkatkan dua SRU pukul 09.00 WIB dan pukul 15.00 WIB.
Berikut, dua SRU dari Cemoro Kandang yang masing-masing berangkat pukul 09.30 WIB. Juga, satu SRU dari jalur pendakian Tambak, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, berangkat sekitar pukul 09.15 WIB.
Kemudian, satu SRU juga diberangkatkan dari Jalur pendakian Candi Cetho, Jenawi, Karanganyar. Satu SRU juga bakal diberangkatkan dari arah Jogorogo, Ngawi namun waktu pemberangkatan belum diketahui.
“Betul kami sudah berangkatkan lagi lima SRU untuk menyusul dua SRU yang sudah berangkat pada Rabu (26/10/2022). Jadi total saat ini sudah ada tujuh SRU yang ada di atas. Mereka bakal fokus menyisir dari seluruh jalur pendakian. Total sudah 14 lokasi yang kami sisir,” kata Ketua Tim Pencari Hendri Parno Siswanto, Jumat (28/10/2022).
Via Cemoro Sewu, petugas sudah menyisir sejumlah lokasi yakni Pendopo Kiki, Petilasan Keputren, Sendang Drajat, Lumbung Sayur, Pawon Sewu, Kendalisodo, Goa Selarong, Sendang Inten, dan Gua Jolotundo. Untuk via Candi Cetho sudah dicari sekitar Pasar Dieng, Sendang Gogor, Kayangan, Hargo Tiling, dan Hargo Puruso.
Khusus Jumat ini, SRU tidak ditambah. Mereka memaksimalkan potensi personil yang sudah naik pada Rabu dan Kamis.
Sampai Jumat pukul 10.00 WIB belum ada perkembangan lebih lanjut terkait pencarian tersebut. Pun, pencarian masih difokuskan di area Puncak Lawu yang banyak digunakan untuk melakukan ritual.
Cuaca sepanjang hari terpantau cerah. Petugas mengharap pencarian tidak terganggu cuaca.
Diketahui, seorang pendaki Gunung Lawu dilaporkan hilang sejak 18 Oktober 2022. Adalah Ali Rahmatullah (48) warga Dusun Rejowinangun, Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Magetan”]
Pria itu adalah pendaki ritual yang naik via Jalur Pendakian Cemoro Sewu pada 15 Oktober 2022 pukul 17.10 WIB. Tak ada rombongan, dia naik sendirian untuk melakukan ritual di Puncak Gunung Lawu.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan terkait adanya laporan pendaki yang hilang. Dari kronologi yang disampaikan, Ali terpantau melakukan registrasi pada Sabtu, 15 Oktober 2022 pukul 17.10 WIB.
Karena kondisi cuaca yang ekstrem pada 18 Oktober 2022, dua orang Satgasus Lawu yakni Feri dan Dedy, mengadakan penyisiran semua pendaki diturunkan untuk antisipasi cuaca ekstrem. Penyisiran pendaki dilanjutkan pada hari berikutnya.
Pada tgl 22 Oktober 2022 ada pihak keluarga dari saudara Ali Rahmatullah melaporkan ke posko tiket Cemoro Sewu bahwa saudaranya atas nama Ali Rahmatullah mendaki mulai 15 Oktober 2022 sampai 22 Oktober 2022 belum pulang.
Berdasarkan laporan tersebut dua anggota Satgas bersama paguyuban kantin Lawu melakukan pencarian di puncak lawu dengan hasil nihil. Pada 24 Oktober 2022 meluncurkan lagi tim TRC PGL, Satgas Perhutani, Petugas perhutani untuk melakukan pencarian lagi dengan hasil sampai 25 Oktober nihil. Sampai akhirnya Pos SAR dibuka untuk melakukan pencarian pada 26 Oktober 2022. [fiq/beq]






