Ponorogo (beritajatim.com) – Di saat beberapa wilayah diterjang banjir, termasuk Kabupaten Ponorogo, ada saja ulah orang tak bertanggungjawab dengan menyebarkan video hoax tentang banjir di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).
Video hoax berdurasi 14 detik yang memperlihatkan ratusan santri bermain air di lingkungan pondok itu, tersebar ke berbagai grup-grup aplikasi pesan whatsapp di bumi reog.
Padahal, hari Selasa (18/10) ini lingkungan PMDG tidak terkena banjir hingga diatas lutut seperti yang ada di video tersebut.
“Menyikapi video yang beredar bahwa Pondok Gontor terjadi banjir, itu saya pastikan adalah video hoax,” kata Kepala Desa Gontor Agung Prihandoko, Selasa siang.
Agung menjelaskan bahwa video banjir di lingkungan Pondok Gontor itu terjadi pada tahun 2007 lalu. Sehingga keadaan saat ini di pondok tidak seperti itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pondok-gontor”]
Namun demikian, memang ada luapan air sungai di perbatasan Desa Gontor dengan Desa Mojorejo. Itupun hanya terjadi di sekitar rumah yang dekat dengan aliran sungai.
“Sudah saya follow up ke lokasi, disana tidak ada luapan air. Video banjir di depan Masjid Gontor itu tidak benar. Itu video banjir tahun 2007 lalu,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsek Mlarak Iptu Rosyid Effendi, terkait video banjir di Pondok Gontor setinggi diatas lutut orang dewasa itu, Ia memastikan tidak benar. Rosyid langsung mengecek sendiri ke sana, dan didapati Pondok Gontor tidak banjir.
“Itu bukan banjir hari ini, melainkan tahun 2007 lalu. Video hoax banjir di Pondok Gontor ini beredar di group-grup WA hari ini,” pungkasnya. (end/ted)






