Surabaya (beritajatim.com) – Inspektur Jenderal Teddy Minahasa mendapat sorotan karena menjadi Kapolda Jatim yang baru usai kasus Kanjuruhan, Malang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengangkat Teddy Minahasa Putra menjadi Kapolda Jatim hasil dari mutasi Insepektur Jenderal Nico Afinta sebagai Staf Ahli (Sahli) Sosbud kapolri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/2134/X/KEP/2022.
Teddy Minahasa adalah petinggi kepolisian paling kaya versi LHKPN
Teddy melakukan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK pada 26 Maret 2022, ketika masih menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat. Menurut situs elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan Teddy tercatat mencapai lebih dari Rp29 miliar. Teddy menggeser posisi Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal yang memiliki harta Rp27 miliar.
Dengan data laporan ini, Teddy merupakan petinggi kepolisian paling kaya versi LHKPN. Rincian harta Teddy yang dilaporkan berupa 53 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Pandeglang, Pasuruan, Pesawaran, dan Malang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”profil”]
Kemudian sejumlah kendaraan, yaitu mobil Jeep Wrangler tahun 2016 hasil sendiri senilai Rp750 juta, Toyota FJ 55 produksi 1970 hasil sendiri senilai Rp75 juta dan Toyota Land Cruiser HDJ 80R produksi 1996 hasil sendiri senilai Rp600juta.
Teddy Minahasa adalah ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI)
Selain kendaraan mobil, ada satu moge Harley-Davidson Solo tahun 2014, hasil sendiri, seharga Rp650 juta. Kecintaannya akan dunia otomotif, terutama Moge, menjadikan nama Teddy telah dikenal luas sebagai salah satu petinggi klub motor dari Amerika ini.
Melansir akun resmi Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Teddy Minahasa Putra terpilih sebagai Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) baru periode 2021-2026. Setelah sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HDCI.
Pelantikan Teddy dilakukan pada saat musyawarah nasional (Munas) HDCI ke-7 di Hoyel JW Marriot, Sabtu (29/5/2021).
Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan beberapa tokoh politik Indonesia lainnya seperti Gubernur Jatim, Bu Khafifah hingga Danrem yang mewakili Pangdam V Brawijaya Suharyanto pada saat itu. (Kai/nap)






