Malang (beritajatim.com) – Doa lintas agama dilaksanakan di depan monumen Singa Tegar dan Pintu 13 Stadion Kanjuruhan untuk mengenang ratusan korban jiwa dalam tragedi sepakbola, Sabtu (1/10/2022).
Kasubag TU Kemenag Kabupaten Malang Sonhaji mengatakan, doa dilakukan oleh perwakilan 6 agama. Ini sebagai bentuk rasa empati dan rasa duka mendalam bagi korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan.
“Rasa empati kita atas peristiwa 1 Oktober 2022, doa dari semua agama untuk arwah saudara, adik dan anak-anak kita. Mudah-mudahan amal selama hidup dan kebaikan mereka dibalas Allah dengan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Sonhaji, Jumat (7/10/2022) siang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Sonhaji menuturkan, tragedi tersebut harus dijadikan seluruh pihak untuk melakukan refleksi. Hal itu agar tragedi serupa tidak terjadi lagi.
“Apa yang terjadi pada saudara-saudara kita, tentu merasakan duka mendalam. Ini adalah musibah, tidak ingin siapapun terjadi,” tegasnya.
Terakhir, Sonhaji berharap, tragedi Kanjuruhan bisa lebih mempersatukan bangsa Indonesia. Kembali mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa.
“Semoga kita juga dapat kesabaran, ada saudara dan keluarga ditakdirkan wafat, takdir yang harus kita terima dan ikhlaskan,” pungkasnya. (yog/kun)






