Surabaya (beritajatim.com) – Dalam penelusuran lapangan ke Malang, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menemukan potensi data ganda dalam rekapitulasi data BPBD Jatim. Ini disebabkan terdapatnya korban jiwa yang belum teridentifikasi dan kemungkinan direkapitulasi secara ganda dari sumber-sumber data yang berbeda.
Saat mendatangi RS Wafa Husada, Emil menemukan lebih dari 100 orang yang dibawa ke RS tersebut beberapa waktu setelah kejadian dan 58 di antaranya meninggal dunia. Di antara 58 korban jiwa, sekitar 15 korban harus dibawa ke RSUD Saiful Anwar Malang, karena tidak dapat diidentifikasi identitasnya. “Di RSSA akan dilakukan identifikasi bersama tim DVI (Disaster Victim Identification) Mabes Polri,” kata Emil, Minggu (2/10/2022).
Dalam kunjungannya ke Klinik Teja Husada, Emil kembali mendapati 13 korban jiwa sempat dibawa kesana. Emil selanjutnya meninjau RS Soepraoen dan menemukan ada 1 korban jiwa yang dibawa kesana.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Emil selanjutnya mendatangi Posko BPBD di halaman Balai Kota Malang dimana telah terkumpul banyak laporan dari keluarga yang mencari anggota keluarganya yang belum bisa dihubungi. Laporan masuk secara langsung di posko atau melalui call center 112 atau 082140403223.
Emil menyampaikan harapan bahwa angka korban jiwa bisa lebih rendah dari rekapitulasi BPBD seiring dengan dimutakhirkannya data.
Menurut Emil, sejauh ini dapat dirujuk pula data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang merekapitulasi 131 korban jiwa, 31 korban luka berat dan 253 luka ringan hingga sedang, yang diperoleh dari laporan 25 rumah sakit. (tok/kun)






