Surabaya (beritajatim.com) – Usai menyatakan mundur dari Presiden Persebaya, Azrul Ananda menitip pesan pada Bonek sebagai penentu masa depan Persebaya. Ia mengatakan, supaya Bonek terus mendukung Persebaya agar menjadi klub yang lebih baik.
“Tim ini bukan bergantung pada pemilik atau manajemen, tapi pada suporternya, kami akan mencari cara agar Persebaya lebih baik ke depan,” katanya di hadapan para Bonek saat audiensi di Kantor Marketing Persebaya di Sutos, Jumat (16/9/2022).
Azrul juga menyampaikan pesan, di tengah situasi Liga dan perkembangan sepak bola, jangan sampai klub-klub bersejarah panjang dan berbasis suporter besar tidak berkembang karena terbebani suporter.
“Dengan situasi kondisi liga kita masyarakat kita, perkembangan sepak bola kita jangan-jangan semakin sulit bagi klub-klub yang punya sejarah panjang yang punya basis suporter besar untuk berkembang karena terbebani oleh suporternya dan masa lalunya sehingga kelak klub-klub yang eksis di Indonesia, klub yang tidak punya basis, tidak punya kota karena tidak punya tanggung lain-lain dia bisa lebih maju,” tuturnya.
Azrul menambahkan bahwa dirinya akan mengawal transisi perpindahan manajemen Persebaya pasca ia mundur. Menurutnya, lima tahun terakhir perjalanannya mengabdi ke Persebaya bukan hal mudah.
“Lima tahun terakhir sangat menikmati segala grafis naik turunnya perjalanan ini, bersyukur Persebaya sekarang dalam kondisi lebih baik dari pada 5 tahun lalu,” katanya.
Tapi, tidak memungkiri, di balik perjuangannya dan jajaran manajemen, menurutnya suporter Persebaya berperan besar.
“Sehebat apa pun perjuangan saya 5 tahun terakhir, tidak ada apa-apanya dengan teman-teman yang mempertahankan Persebaya tetap di Surabaya, tidak berada di tangan yang salah,” imbuhnya.
Tapi atas rentetan kekalahan yang membuat pendukungnya kecewa, Azrul mengaku itu menjadi evaluasi dirinya. Meski akan mundur, dia memastikan tidak melepas tanggung jawab untuk menuntaskan musim ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bonek”]
“Saya akan menyelesaikan ini dengan baik. Kita sudah punya plan A plan B, kita sudah mulai setelah pertandingan dengan Makassar. Tapi ini salah saya sebagai CEO Persebaya yang mungkin cara saya belum mendapat kecocokan di hati teman-teman Bonek semua,” paparnya.
Meski rencananya surat pengunduran diri itu akan diajukan Senin (19/9/2022), tapi Azrul juga ingin memastikan transisi manajemen Persebaya.
“Persebaya harus tetap di Surabaya. Sebisa mungkin stakeholdernya harus orang Surabaya,” pungkasnya. [ang/but]






