Jember (beritajatim.com) – Pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT), sebagai langkah mengantisipasi terjadinya inflasi dalam waktu beberapa bulan ke depan. Bantuan ini untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Empat bulan ke depan kita harus berhati-hati dengan inflasi, karena ini masalah global. Masalah minyak, perang Ukraina, harga gandum tinggi, dan itu berdampak kepada kita. Maka, kita harus memperkuat diri kita dulu di dalam,” kata Bupati Hendy Siswanto, usai rapat koordinasi pengendalian inflasi, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (1/9/2022).
Tim pengendalian inflasi akan dibentuk hingga tingkat kecamatan. “Kecamatan sadar inflasi. Kita akan gaungkan dengan Pak Camat sebagai leading sector untuk mengendalikan hingga desa, kelurahan, RT, dan RW.” kata Hendy.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) harus disikapi bersama. “Ada BLT dari Pak Presiden. Tapi belum masuk Jember. Tadi saya mendapatkan kabar ada BLT Rp 600 ribu kalau tidak salah. Saat ini daya beli masyarakat di Jember masih bagus. Pasar murah akan kami lakukan,” kata Hendy. Pemkab Jember akan terus memperbaiki data penduduk agar pemberian bantuan sosial tepat sasaran dan akurat.
Selain itu, untuk menghemat energi, menurut Hendy, setiap Jumat pegawai akan pergi ke kantor dengan bersepeda. “Dan mematikan lampu kantor kalau sudah pulang. Itu bagian dari semangat kita mengurangi energi kita. Semakin banyak kita beli BBM, semakin besar negeri ini bayar subsidi,” katanya.
“Syukur-syukur kita mulai tiap dua minggu sekali kita pakai sepeda, atau setiap minggu dua kali atau tiga kali, pelan-pelan kita pakai sepeda,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”inflasi-jember”]
Selain itu, Hendy meminta kepada para petani agar mulai membiasakan diri menggunakan pupuk organik, menyusul pengurangan subsidi pupuk kimia. “Sudah harus membiasakan itu, berlatih terus,” katanya, mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Kontak Tani Nelayan Andalan untuk menyosialisasikannya kepada petani.
Di tengah kabar ancaman inflasi, Hendy menyampaikan bahwa harga tembakau membaik. “Harga tembakau kita bagus sekarang. Saat ini sedang-sedang bagusnya,” kata Hendy. [wir/ted]






