Probolinggo (beritajatim.com) – Melonjaknya produksi ayam bertelur mengakibatkan harga telur boiler di Kabupaten Probolinggo melambung tinggi, sampai saat ini mencapai Rp 32 ribu per kilo gram.
Salah satu peternak ayam telur broiler Moch Yunus warga Desa Opo – opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo mengungkap bahwa harga telur ayam di kalangan peternak berkisar hingga Rp 28 ribu per kilo gram.
“Harga dari peternak memang sekitar Rp 28 ribu per kilo gram. Setelah masuk ke toko itu pasti harganya Rp 32 ribu per kilo gram,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Ia menilai, melonjaknya harga telur boiler itu dikarenakan biaya produksi ayam telur juga membengkak. Seperti harga pakan yang juga naik.
“Ya biaya produksinya juga naik sekarang itu sentrat per kwintal Rp 980 ribu, kalau sebelumnya itu hanya kisaran Rp 700 ribu per kwintal. Itu masih belum dikalkulasi dengan pakan tambahan seperti jagung, sama fitaminnya,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”probolinggo”]
Hal senadanjuga disampaikan Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Endang Rustiningsih menyampaikan, harga telur ayam boiler tinggi akibat harga pakan tinggi.
“Ya memang karena harga pakan tinggi jadi otomatis peternak juga harus menaikkan harga telur boilernya,” katanya. (tr/ted)






