Gresik (beritajatim.com) – Permasalahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) kembali muncul. Kali ini dari warga perumahan Graha Bunder Asri (GBA) Gresik.
Warga setempat mengeluhkan PSU yang kini belum juga diserahkan pengembang ke pemerintah. Akibatnya, perumahan tersebut tidak bisa mendapatkan anggaran dari pemerintah untuk perbaikan PSU.
Setiap kali PSU rusak, warga yang mengajukan anggaran ke desa pun sering ditolak. Pasalnya, PSU GBA belum diserahkan oleh pengembang. Akhirnya warga pun swadaya untuk memperbaikinya.
Ketua RW 05 Perum Graha Bunder Asri Sugeng Jayadi mengatakan, warganya memang memgeluhkan persoalan ini. Sebab, warga rutin membayar pajak namun untuk PSU belum juga diserahkan.
“Ini sama saja merugikan warga lantaran apabila ada PSU yang rusak, warga harus swadaya memperbaiki sendiri,” katanya, Selasa (16/08/2022).
Ia menambahkan, perumahan di wilayahnya sudah dibangun sejak tahun 2000. Sudah 22 tahun PSU itu belum diserahkan ke pemerintah.
“Seharusnya dengan waktu segitu, sudah diserahkan. Tapi kenyataannya belum,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Secara terpisah terkait dengan ini Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Gresik Ida Lailatus sa’diyah meminta pihak warga berkirim surat ke DPKP. Nantinya, surat tersebut yang akan menjadi landasan pemanggilan pihak pengembang.
“Silahkan berkirim surat ke DPKP, nanti kami bantu,” ungkapnya.
Apabila pihak pengembang sudah kabur lanjut dia, pihaknya juga tetap bisa melanjutkan dengan proses yang berbeda.
“Ini bisa silahkan warga berkirim surat segera ke kami,” pungkasnya. [dny/but]






