Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan penghargaan berupa Widya Wiyata Dharma Samya kepada para tokoh dan pejabat yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan peningkatan SDM di Indonesia.
Penerima anugerah tersebut diantaranya Menpora RI Zainudin Amali, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Bupati Blitar Rini Syarifah, dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Di kesempatan itu, Zainudin Amali mengatakan, UNESA memiliki semangat dalam membangun kolaborasi dan sinergis dengan pemerintah pusat hingga daerah.
Dengan melihat perkembangan dan kesungguhan UNESA memajukan dunia olahraga, pihaknya memilih UNESA sebagai salah satu sentra pembinaan atlet DBON yang saat ini mulai melakukan perekrutan peserta.

Rencananya, ada 10 sentra pembinaan atlet di Indonesia, tetapi karena beberapa faktor, sementara dimulai 4 sentra terlebih dahulu. Di Jatim sendiri, UNESA dipilih sebagai sentra DBON.
“Anak-anak yang lolos seleksi nanti diasramakan. Sekolahnya di labschool, sudah disiapkan Pak Rektor. Mereka berlatih sambil sekolah, bukan sekolah sambil berlatih. Ini anak-anak kita proyeksikan menjadi atlet elit Indonesia di masa depan. Target kita olimpiade dan bisa peringkat 5 dunia pada 2045,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unesa”]
Menurutnya, target tersebut bisa tercapai lewat kerja sama dan komitmen semua pihak. Prestasi olahraga tidak bisa didapat secara kebetulan atau accident, tetapi harus by design atau dipabrikasi secara bertahap dan berkelanjutan.
“Terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari UNESA. Semoga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kerja sama, memajukan dunia olahraga dan mencapai target-target ke depannya,” pungkasnya. (ipl/ted)






