Ada ribuan kunang-kunang. Kali ini bukan seribu kunang-kunang di Manhattan, seperti judul cerpen Umar Kayam. Melainkan cahaya dari ribuan ponsel penonton saat Pamungkas melantunkan lagu I Love You, but I’m Letting Go, dalam konser musik J-Fest, di Seven Dream City, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/5/2022) malam.
“So I am letting you go now and baby one day, when you finally found what you want,” Pamungkas menyanyikannya seperti mewakili para pria di dunia yang terluka karena pada akhirnya tak bisa memiliki kekasih mereka. Dan, ribuan orang turut bernyanyi, membersamai perasaan itu.
Rizki Rahmahadian Pamungkas bukan penyanyi biasa. Pria kelahiran 14 April 1993 adalah salah satu dari sedikit penyanyi Indonesia yang percaya diri menulis lagu-lagu berbahasa Inggris. Dari 12 repertoar yang dinyanyikannya malam itu, praktis hanya empat lagu berbahasa Indonesia. Itu pun dua lagu, Risalah Hati dan Pupus, adalah lagu milik Dewa 19. Dua lagu berbahasa Indonesia ciptaannya adalah Kenangan Manis dan Monolog dari album Walk The Talk.
Risalah Hati dan Pupus berhasil membuat ribuan penonton bernyanyi bersama. Dua lagu itu seperti menjembatani karya penyanyi generasi 1990-an dan karya penyanyi generasi dekade 2010 seperti Pamungkas.
Pamungkas baru merekam debut album studio Walk The Talk pada 2018. Selanjutnya, Pamungkas merilis Flying Solo (2019), Solipsism (2020), dan Solipsism (2021). Album lainnya adalah Walk the Talk – Remix (2020) dan The End of Flying Solo Era (2020). Rencananya tahun ini dia akan kembali merilis album berjudul Birdy.
Pamungkas tampil rileks. Membuka penampilannya dengan Closure, dia beberapa kali menyinggung viral video adegan dirinya jatuh dari kursi dalam konser Big Bang Jakarta 2022, Sabtu (30/4/2022). “Banyak yang tanya kenapa jatuh,” katanya, tertawa.
Seorang penonton perempuan menyahut dengan suara keras. “Tidak apa-apa jatuh, asal bangun lagi.”
Tidak kapok, Pamungkas kembali mengulangi adegan naik kursi saat menyanyikan lagu Flying Solo untuk menggambarkan bagaimana ia ingin terbang sendirian. Penonton pun berteriak-teriak, namun kali ini Pamungkas tidak mengulangi kesialannya.
I’m flying solo,
I’ll fly without you,
I’ll go by myself,
I’m flying solo,
I’ll spread my own wings,
I’ll hibernate and sing.
Namun tentu saja, lagu yang paling ditunggu penonton adalah To The Bone. Video klip lagu ini di kanal Youtube Pamungkas sudah disaksikan lebih dari 221 juta kali, Minggu (8/5/2022). Lagu ini membawa Pamungkas menemukan ‘jalan pulang’ ke ‘rumah’ musik Indonesia. Dan malam itu terasa istimewa, karena ia mengajak sahabatnya sesama penyanyi dari Jember, Nico Mahesi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bupati-jember-hendy”]
“Take me home I’m fallin, love me long, I’m rollin,” para penonton perempuan seperti ingin menggantikan suara Pamungkas dalam refrain lagu itu. Namun lengkingan suara Nico sudah cukup membuat penonton memberikan aplaus
Malam itu Pamungkas terlihat gembira. Ia menyalakan rokok di sela-sela lagu, mengingatkan pada sosok Frank Sinatra dalam esai reportase karya Gay Talese. Menyanyi langsung di hadapan ribuan orang memag membuatnya bahagia. Pandemi selama dua tahun memang membuat para penyanyi seperti Pamungkas harus memendam rindu untuk kembali di atas panggung. “Dan saya diberitahu kalau pertunjukan malam ini didukung pemerintah daerah. Bagi kami, para musisi ini sesuatu yang sangat berarti,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini beserta pejabat memang menyaksikan pertunjukan malam itu di panggung kehormatan. Konser musik J-Fest dipilih Hendy sebagai titik awal rangkaian kegiatan pariwisata dan seni di Jember untuk membangkitkan perekonomian daerah. Sebagai awal, pertumbuhan ekonomi Jember pada 2021 menunjukkan tren positif sepanjang 2021: dari -2,98 persen menjadi empat persen.
Dan di bawah langit Jember, lagu ‘Live Forever‘ seperti menjadi pengingat bahwa ekonomi Jember belum akan mati. Setidaknya hari ini, saat 120 pelaku usaha mikro kecil menengah menjajarkan lapak di jalan menuju panggung tempat Pamungkas berdiri.
The bluest of a moon,
the greyest of the sky,
No, I don’t ever wanna die,
I just wanna breathe,
I just wanna live today and tomorrow. [wir/suf]






