Surabaya (beritajatim.com) – Razia penggeledahan rutin tak membuat tahanan Rutan Medaeng takut untuk membawa dan menghubungi rekannya di luar penjara. Dari data yang dihimpun beritajatim, salah satu penghuni lapas Medaeng diduga bisa meminta uang kepada rekannya yang dititipkan di rekening Bank Central Asia (BCA) atas nama inisial TC, Selasa (03/05/2022).
Dari bukti percakapan yang Beritajatim dapat, penghuni rutan bahkan sempat mengedit foto lawasnya dengan twibbon mengucapkan selamat Idulfitri.
Daniel salah satu korban yang dihubungi penghuni rutan menjelaskan, biasanya ia dihubungi pada dini hari. Bahkan, ia bisa mendapatkan foto selfie dan kondisi sel tahanan agar dirinya iba dan mentransfer sejumlah uang kepada rekannya.
“Biasanya dini hari (dihubungi), mungkin saat penjagaan sedikit lengah di dalam. Selalu whatsapp sih kalo dihubungi,” ujar Daniel, Rabu (04/05/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kriminal-surabaya”]
Saat meminta uang, napi biasanya beralasan untuk membeli makan dan rokok. Padahal, seharusnya kesehatan dan gizi narapidana yang dipenjara telah dijamin oleh rutan.
“Alasan beli rokok sama makan, gak pernah saya kirimi. Soalnya kan teman jauh juga jarang ngumpul. Waktu itu rekan saya ini kasusnya kalo ga salah penganiayaan masuk tahun 2021,” imbuh Daniel.
Sementara itu, beritajatim mencoba mengkonfirmasi Kepala Rutan Medaeng, Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho. Dia mengatakan bahwa barang-barang tersebut termasuk yang dilarang untuk dibawa oleh penghuni lapas.
“Handphone merupakan barang terlarang. Jadi jika ada yang membawa, menyelundupkan dll; ketika kami razia, akan kami rampas dan dimusnahkan. Bagi WBP yang melanggar akan dikenai sanksi,” ujarnya. [ang/but]






