Jember (beritajatim.com) – Kenaikan harga aspal saat ini bakal menyebabkan penyelesaian proyek pembangunan jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang menggunakan tahun anggaran jamak terlambat. Komisi C DPRD Jember minta pemerintah daerah dan rekanan duduk bersama membahas hal ini.
“(Penyelesaian) infrastruktur jalan kurang lebihnya di angka 40 persen. Dari 30 titik, yang progress pengerjaannya di atas 60 persen kurang lebih baru empat titik lokasi,” kata Ketua Komisi C Budi Wicaksono, Kamis (28/4/2022).
Budi mengingatkan, proyek jalan dijadwalkan selesai pada Juni 2022. “Pasti akan ada yang selesai pada Juni. Tapi tidak akan signifikan. Yang lainnya baru selesai di atas Juni,” katanya.
Kontraktor dihajar kenaikan harga aspal beruntun. “Bulan kemarin harga aspal naik 25 persen. Bulan ini naik lagi 10 persen,” kata
Menurut Budi, harga aspal mulanya Rp 1 juta per ton. “Kemudian naik Rp 1,25 juta per ton, dan sekarang naik lagi jadi Rp 1,3 juta per ton. Sedangkan rata-rata penawaran kontraktor, HPS (Harga Perkiraan Sendiri) aspal Rp 1,150-1,175 juta per ton. Teman-teman kontraktor sudah minus. Ini memperlambat pekerjaan,” katanya.
Bagaimana solusinya? “Kalau ada klausul perubahan harga (CCO atau Contract Change Order), agar proyek cepat selesai, dilakukan saja kalau diperbolehkan undang-undang,” kata Budi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-jember”]
Komisi C sudah mengecek perkembangan pembangunan jalan. “Kami sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, untuk jalan yang belum selesai dikerjakan dan ada material agar diberi rambu-rambu. Pertama, biar warga yang mudik tahu kalau ada perbaikan jalan. Takutnya orang yang tidak pernah lewat di situ jatuh,” kata Budi.
Sebelumnya, Bupati Hendy Siswanto mengatakan, perkembangan pembangunan jalan cukup bagus. “Harapan saya pada akhir Ramadan ini dan Idulfitri, bisa maksimal 55-60 persen (pembangunan jalan) bisa tercapai. Target kami 65 persen,” katanya, sebagaimana dilansir Beritajatim.com, Selasa (26/4/2022).
Hendy minta agar ada penjadwalan ulang pengerjaan bagi kontraktor yang terlambat. “Tentunya saya minta dilakukan re-schedulling (penjadwalan ulang), untuk mengatur kecepatan kegiatan, speed-nya ditambah dengan waktu yang terbatas. Setelah dihitung, nanti akan ketahuan berapa kebutuhan material, alat, tenaga,” katanya. [wir/suf]






