Surabaya (beritajatim.com) – Anak pertama perempuan identik dengan sifat tahan bantingnya. Karena mereka harus bergelut dengan ekspektasi orang tua, adik yang butuh panutan, hingga beragam permasalahannya sendiri.
Namun, tentu akan ada saja momen anak pertama perempuan yang mungkin sudah cukup lelah menghadapi gempuran yang bertubi-tubi.
Tak ayal, jika ia terkadang sudah tak bisa menahan rasa sakit hatinya. Adapun tanda sakit hati yang dialami mereka, diantaranya seperti;
Enggan berbicara
Anak perempuan pertama yang merasakan sakit hati, biasanya cenderung enggan berbicara. Hal ini karena mereka benar-benar merasa lelah sekaligus kecewa yang amat dalam.
Ia tahu bahwa bercerita pun juga tak lantas membuat sakit hatinya sembuh, permasalahan selesai, atau bahkan orang yang menyakitinya sadar atas perbuatannya. Inilah yang membuat ia lebih memilih diam dan enggan berbicara.
Tampak tenang
Sehancur apapun perasaannya, anak pertama perempuan akan berusaha tampak tenang dan baik-baik saja di hadapan orang lain. Bahkan, ia juga menampakkan senyum di bibirnya. Namun ketika sedang sendiri ia akan meluapkan semua kesedihan beserta tangisnya.
Menyibukkan diri
Agar segala permasalahan dan sakit hati yang dialaminya tak diketahui orang lain, ia akan tampak menyibukkan diri dengan beragam aktivitas. Hal ini juga sekaligus dapat membuatnya segera lupa dan tak berlarut-larut terpuruk dalam kesedihan atau emosi yang berlebihan.
Tidak mengulangi masalah yang sama
Anak pertama perempuan tahu betul mana hal yang membuatnya sakit hati dan terpuruk. Meski terkadang hal tersebut bukan sesuatu yang ia buat sendiri. Namun, ia berjanji jika permasalahan seperti ini tidak akan terulang kembali.
Tidak mudah memaafkan
Meski tampak baik-baik saja di depan orang lain, namun ketika anak pertama perempuan merasa tersakiti, ia tidak akan dengan mudah memaafkan. Hal ini karena ia telah paham betul bahwa mereka yang menyakiti, bisa berpotensi memberikan luka lebih parah dari ini. (fyi/ian)






