Lamongan (beritajatim.com) – Prajurit TNI AL, Praka Mar Dwi Miftahul Achyar gugur akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Sebelum kejadian, pihak keluarga mengaku telah memiliki firasat aneh dan merasakan hal-hal tak terduga.
Salah satu kejadian tak terduga tersebut di antaranya almarhum sempat dihubungi oleh almarhum via telepon agar memberikan santunan atau uang kepada anak yatim-piatu dan masjid yang ada di Kelurahan Babat, Kabupaten Lamongan, yang merupakan tempat almarhum tinggal.
Tak hanya itu, ibu almarhum bernama Ruminah juga mengaku sempat didatangi oleh almarhum usai salat dan tiba-tiba tidur dipangkuannya, pada tiga hari sebelum kejadian anak kebanggaannya tersebut gugur.

Selain ibu dari Almarhum, bapak almarhum Sartono juga mengaku punya firasat aneh dan tak bisa tidur nyenyak sebelum mengetahui anaknya akan gugur di tempat tugasnya.
Kendati demikian, kala itu pihak keluarga sama sekali tak menyangka jika Praka Mar Dwi bakal pergi meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.
“Sebelum meninggal, almarhum sempat berpesan agar kakaknya memberi uang ke masjid dan juga anak yatim-piatu. Nanti setelah almarhum pulang, uangnya akan diganti dengan gaji yang ia dapat,” kata Yulianto, kerabat yang mewakili pihak keluarga almarhum, Minggu (24/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”papua”]
Lebih lanjut, menurut Yulianto, almarhum merupakan pribadi yang baik dan ramah, baik dengan keluarganya sendiri maupun dengan tetangganya. Sehingga, gugurnya almarhum meninggalkan kesedihan yang amat mendalam bagi pihak keluarga.
“Anaknya baik dan santun sekali, baik dengan keluarga atau tetangga, ia juga merupakan sosok anak yang pekerja keras,” tuturnya.
Bahkan, imbuh Yulianto, Pratu Dwi juga dikenal sebagai sesosok prajurit yang berprestasi di bidang olahraga. “Dia juga berprestasi di bidang olahraga, kemarin almarhum bilang, nanti selesai tugas ia akan mengundang teman-temannya untuk datang ke rumah dalam rangka tasyakuran,” pungkasnya. [riq/but]






