Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 1.422 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dilantik, di Gedung Sabudga Kampus Unisda Lamongan Jalan Airlangga, Nomor 3, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.
PPS yang masing-masing desa/kelurahan berjumlah 3 anggota tersebut diambil sumpahnya oleh Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali. Mereka diminta menjadi garda terdepan dalam penerapan kedaulatan rakyat melalui kegiatan Pilkada Serentak 2024 yang tahapannya sudah mulai berjalan.
“Dalam negara demokrasi, kedaulatan rakyat diimplementasikan dengan proses pemilihan umum. Maka dari itu PPS Lamongan harus memiliki integritas,” tutur Mahrus, ditulis Senin (27/5/2024).
Mahrus menjelaskan bahwa anggota PPS Lamongan yang kini dilantik ini telah melalui serangkaian tes mulai 2 Mei lalu yang meliputi seleksi administrasi, tes tulis hingga tes wawancara. Pihaknya berpesan kepada seluruh PPS di Kabupaten Lamongan agar bersama-sama mewujudkan Pilkada yang berkualitas.
“Mari kita kawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada 27 November 2024 mendatang sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.
Dalam kesempatan sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendorong kepada PPS yang baru dilantik agar menerapkan Pasal 18 ayat 1 PKPU Nomor 8 Tahun 2022, di antaranya mengumumkan daftar pemilih sementara, menerima masukan dari masyarakat tentang daftar pemilih sementara (DPS), melakukan perbaikan dan mengumumkan hasil perbaikan DPS, dan sebagainya.
“Selamat kepada seluruh PPS yang baru saja dilantik. Mari kita kawal keberhasilan Pilkada serentak 2024, karena Pilkada ini merupakan salah satu media untuk menyalurkan hak konstitusional masyarakat,” kata Bupati Yuhronur.
Lebih lanjut, Yuhronur menjelaskan bahwa akan ada tantangan dalam mengawal proses demokrasi di Lamongan. Pasalnya, Lamongan merupakan daerah dengan jumlah desa terbanyak di Jawa Timur, yakni 462 desa dan 12 kelurahan. Hal demikian harus dijadikan acuan agar terus meningkatkan kolaborasi antar tim.
Pihaknya juga mengimbau kepada PPS agar momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi terkait literasi Pilkada kepada masyarakat.
“Di era gencarnya kemajuan teknologi informasi ini, maka harus dimanfaatkan untuk efektivitas penyelenggaraan Pemilu. Sosial media dapat dijadikan media untuk edukasi kepada masyarakat,” imbaunya. [riq/ian]






