Surabaya (beritajatim.com) – Shaming atau dalam bahasa Indonesia adalah mempermalukan, merupakan tindakan, atau perilaku dimana seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang membuat orang lain malu.
Ternyata, ada beberapa jenis tindakan shaming. Beberapa shaming berikut ini sebaiknya hentikan dan jangan Anda lakukan. Atau jika Anda merasa akan terkena shaming, cobalah untuk menghindarinya.
Body Shaming
Tindakan body shaming memang yaitu salah satu tindakan yang masih sering terjadi di masyarakat Indonesia. Shaming jenis ini menargetkan bagian tubuh tertentu dari seseorang, bentuk tubuh, ukuran tubuh atau warna kulit.
Memang, tidak semua orang sengaja untuk melakukannya. Ada beberapa orang yang bahkan tidak sadar kalau tindakan atau ucapannya bisa termasuk ke dalam kategori body shaming. Jadi, sebaiknya pembicaraan terkait dengan bentuk fisik itu dihindari saja.
Single Shaming
Jenis yang ini berkaitan dengan status seseorang. Sesuai dengan nama, single shaming ini menjurus pada status single dari seseorang. Di Indonesia sendiri, sadar atau tidak, masih banyak orang yang acapkali single shaming.
Korban single shaming ini kebanyakan adalah perempuan. Apalagi masih ada anggapan status single itu sama dengan kesepian. Padahal, ada banyak faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk tetap single.
Gender Shaming
Selain disebut gender shaming, tapi bisa juga disebut sexism. Perilaku ini yaitu tindakan mendiskriminasi salah satu gender. Tindakan ini acapkali di luar sadar.
Misalnya dengan melontarkan kalimat, “laki-laki itu tak boleh nangis!” dan kalimat “perempuan itu seharusnya jangan terlalu berani.” Padahal. semua orang bebas melakukan apapun, terlepas dari gender mereka.
Age Shaming
Terakhir, yaitu age Shaming atau ageism. Hal ini juga ternyata masih sering terjadi di masyarakat Indonesia. Perilaku dari age shaming ini dilakukan dengan melabeli setiap orang berdasar pada usia.
Biasanya yang paling umum, seseorang dengan usia muda dianggap lebih energik, tapi pengalamannya nol. Sementara orang yang usianya lebih tua, dianggap banyak pengalaman, tapi gak bisa produktif lagi karena terbentur usia.
Padahal, kualitas seseorang itu tidak bisa hanya dinilai dari usia saja. Jadi, kurang adil jika pandangan hanya melihat usia saja.
Itulah beberapa shaming yang secara tidak sadar masih berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Anda yang sudah paham sebisa mungkin hilangkan kebiasaan ini. (dan/ian)






