Ponorogo (beritajatim.com) – Lahan tanaman padi yang diserang oleh hama wereng, mayoritas Ponorogo bagian selatan. Saat ini yang sedang panen memang daerah situ. Sementara untuk Ponorogo bagian utara, tanaman padinya masih muda.
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo mewanti-wanti petani di Ponorogo bagian utara untuk waspada. Bukan tidak mungkin, hama wereng itu bermigrasi ke utara usai panen di bagian selatan selesai.
“Adanya serangan hama wereng ini, kita wanti-wanti untuk tanaman padi muda di Ponorogo utara. Kemungkinan migrasi ke bagian utara itu masih ada,” kata petugas organisme pengendali tanaman (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni, Jumat (25/3/2022).
Suwarni menjelaskan jika serangan wereng itu tidak semua lahan dikuasai, melainkan modelnya spot-spot gitu. Tidak merata dan jarang yang sampai total untuk seluruh lahan. Sawah yang sudah kena wereng, baik itu kondisi sedang maupun berat, biasanya panennya dimajukan. Sehingga menyebabkan bobot padinya turun dan padinya kurang berumur atau tidak mentes.
“Bagi padi yang terkena wereng, pasti bobotnya susut banyak. Untuk menghindari lebih meluas, dilakukan panen awal,” katanya.
Lahan di Ponorogo utara yang sebagian besar masih tahap isi bulir, harus waspada. Sebagai bentuk antisipasi, Dispertahankan Ponorogo, kata Suwarni mendistribusikan pestisida sebanyak 370 liter kepada para petani.
“Kita lakukan upaya pengendalian hama wereng ini. Dengan pendistribusian ratusan pestisida untuk petani-petani,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pertanian”]
Diberitakan sebelumnya, ternyata bukan hanya Kecamatan Siman saja, yang tanaman padinya diserang oleh hama wereng. Data dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo mencatat ada 14 kecamatan di bumi reyog yang juga diserang oleh serangga biasa penghisap cairan tumbuhan itu.
“Dari data pada pertengahan bulan Maret lalu, ada 44,39 hektare sawah yang terkena hawa wereng,” kata Suwarni.
Dari jumlah lahan tanaman padi yang terkena serangan wereng, Suwarni menyebut tingkat serangannya dalam 3 kategori. Yakni kategori ringan, sedang dan berat. Rincian data lahan pertanian tanaman padi yang terserang wereng dalam kategori sedang ada 39,64 hektare. Untuk kategori sedang sebanyak 4 hektare dan kategori berat hanya 0,75 hektare.
“Kalau kategori ringan itu, kerusakanya 0-25 persen, kategori sedang diatas 25-50 persen. Dan kategori berat mencapai 50-80 persen,” ungkapnya. [end/but]






