Magetan (beritajatim.com) – Sopir angkutan logistik Magetan memprotes soal rencana pemerintah menertibkan angkutan barang 2023 Indonesia bebas over dimension overloading (ODOL). Belasan sopir angkutan barang yang mengatasnamakan aksi solidaritas dan dukungan pengemudi angkutan logistik Jawa Timur menggelar aksi di terminal bongkar muat Pasar Sayur, Kamis siang 10 Maret 2022.
Rochadi Djuned, koordinasi lapangan aksi mengatakan ada dua tuntutan baik secara nasional dan lokal.
” Secara nasional kami menuntut regulasi persamaan dan keadilan angkutan logistik. Angkutan perusahaan besar tidak perlu masuk timbangan. Ini jelas ada perbedaan perlakuan diskriminasi. Kemudian, biaya normalisasi kendaraan, kalo kendaraan dinormalisasi ada biaya tambahan yang dikeluarkan ini untuk disubsidi,” kata Djuned, Kamis (10/03/2022).
Dia ingin mafia srut dan ODOL banyak di dealer dan karoseri, harus segera diberantas. Kendaraan yang baru keluar karoseri bisa srut over dimensi. Kemudian setelah keluar dari dealer malah tidak bisa masuk uji KIR.
” Revisi UU nomor 22 tahun 2009 tentang perubahan dimensi. Setelah angkutan dinormalkan kami minta jaminan untuk muatan. Setelah dinormalkan otomatis volume berkurang akan berpengaruh terhadap pendapatan kami,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-sopir-truk”]
Terakhir menyerukan kepada Pemkab Magetan untuk mengembalikan fungsi landasan parkir pasar sayur kepada fungsi semula, yaitu khusus bongkar muat. Pemberantasan premanisme di pasar sayur Magetan, selama ini menurutnya banyak pungutan liar yang dilakukan oleh oknum. Menindak pelaku pungli di pasar sayur.
Setelah selesai menggelar orasi sekitar 15 an perwakilan sopir dari 50 an orang mereka membubarkan diri secara tertib. (rin/ted).






