Sidoarjo (beritajatim.com) – Pertandingan babak 16 besar antara Farmel FC melawan Persikota Tangerang berakhir ricuh di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (6/3/2022).
Sejak babak pertama dimulai, permainan kedua tim mulai memanas. Pemain Farmel FC yang seharusnya offside di kotak pinalti, justru dibiarkan wasit bahkan hingga terjadi pelanggaran, wasit malah memberikan pinalti kepada Farmel FC.
Hal ini sontak memancing para pemain dan pelatih Persikota Tangerang emosi, mereka melakukan protes kepada wasit Untung Santoso yang dianggap berat sebelah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-3″]
Di babak kedua, wasit kembali berulah dan membuat kegaduhan hingga menyebabkan Persikota walkout dan tidak melanjutkan pertandingan, padahal pertandingan baru berjalan 10 menit.
Di menit ke 59, seharusnya Farmel FC mendapat pelanggaran justru mendapat tendangan bebas. Pertandingan dihentikan di menit ke 60, Persikota Tangerang tak mau melanjutkan pertandingan, skor berakhir 3-0 untuk Farmel FC di babak 16 besar liga 3 nasional.
Sementara itu, Pelatih Persikota Tangerang Sahala Marudut mengaku kecewa atas kejadian ini. Ia menilai wasit tidak adil dalam hal ini dimana ass pelatih dan pelatih mendapat kartu dari wasit padahal tidak melakukan serangan apapun.
“Ass pelatih dikasih kartu merah karena protes. dimana offside itu bukan cuma sekali tapi beberapa kali kita sbg manusia punya batas kesabaran dan terpancing. semoga wasit bisa berubah dan mereka sadar apa yang dilakukan salah. situasi sangat sulit untuk meneruskan pertandingan dengan perangkat yang seperti itu kecuali diganti perangkatnya,”ungkap Sahala. [way/kun]






