Surabaya (beritajatim.com) – Nasib apes dialami oleh Nurul Chusna (56), warga Pondok Benowo Indah (PBI) Surabaya. Niatnya untuk mendoakan kedua orangtuanya dengan berziarah ke makam membuat ia kehilangan Honda Beat L 4512 AR. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Simo Pomahan, Minggu (27/2/2022).
Ditemui awak media, Chusna mengungkapkan, saat kejadian ia memarkir sepeda motor di bahu jalan depan gerbang TPU. Ia yakin bahwa saat itu motornya telah dikunci setang. “Saya dateng sama anak saya, motornya sudah dikunci stir terus ditutup lubang kuncinya,” ujar Chusna, Rabu (2/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”curanmor”]
Usai memastikan motornya aman, ia lalu masuk area makam bersama anaknya. Tak lama dia melihat dua pria mencurigakan di TPU. Mereka mendekati, mengotak-atik, dan setelah itu membawa kabur motor.
Mengetahui motornya dibawa kabur, Chusna sempat mengejar sembari berteriak maling. Dikarenakan kondisi sepi dan kalah cepat, sehingga kedua pelaku akhirnya lolos. “Jadi saat itu motor langsung dipakai pencurinya,” ujar korban.
Atas peristiwa yang dialaminya, Chusna lantas melapor ke Mapolsek Sukomanunggal. Namun hingga kini pelaku belum berhasil ditangkap. “Kerugian sekitar Rp 11 juta. Di jok hanya ada jas hujan, helm dan sarung tangan juga hilang,” tandas dia.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Sukomanunggal Iptu Jumeno saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban sudah melapor. “Benar, korban warga Pondok Benowo. Masih penyelidikan,” ungkap Jumeno. [ang/suf]






