Jember (beritajatim.com) – Harga tomat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, naik menyusul curah hujan yang tinggi bulan ini.
“Data yang kami dapat, karena pengaruh cuaca terhadap produk hortikultura, harga tomat tertinggi Rp 14 ribu per kilogram di Pasar Tegalbesar. Paling murah di Pasar Tanjung, Rp 9 ribu per kilogram,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Leon Lazuardi, Rabu (19/1/2022).
Kepala Disperindag Jember Bambang Saputro menambahkan, curah hujan di Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo, dua daerah pemasok tomat, cukup tinggi. “Tentunya panen tomat kurang bagus, sehingga berdampak pada penyaluran tomat ke pasar,” katanya.
Selain mengandalkan pasokan dari petani lokal, Bambang berharap, ada pasokan dari luar Jember. “Tapi curah hujan di Jember, juga terjadi di daerah sekitar kita, Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Dengan kondisi seperti ini, panen sayur-mayur juga kurang bagus. Mudah-mudahan curah hujan seperti ini segera berakhir, sehingga produksi sayur hasilnya lebih bagus,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Sementara untuk kenaikan harga minyak goreng dan gula pasir, Bambang mengatakan, rencana operasi pasar akan dikoordinasikan dengan Badan Urusan Logistik. “Kalau memang diperlukan operasi pasar, alangkah lebih bagus segera diadakan, sepanjang segala sesuatunya sudah memungkinkan,” katanya.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengatakan, harga tinggi tomat di pasar tak sebanding dengan harga di tingkat petani. “Katanya Rp 14 ribu per kilogram, tapi di tingkat petani tidak sampai Rp 10 ribu per kilogram. Saya sempat kirim WhatsApp Pak Bupati, minta tolong agar ada update data harga komoditas setiap pasar per hari ini,” katanya.
Dengan adanya pemutakhiran informasi harga komoditas setiap hari, Jumantoro berharap disparitas harga di pasar dan tingkat petani tidak terlampau jauh. “(Jangan sampai) petani tengkuknya mengkilat, pedagang mobilnya yang mengkilat. Kita melayani dari hulu ke hilir. No lying to be continue. Jangan ada dusta di antara kita,” katanya. [wir/ted]






